Barang-barang Milik Korban Banjir Dicuri - Kabar Bima

Barang-barang Milik Korban Banjir Dicuri

Kota Bima, KB. - Ada ada saja ulah manusia yang tidak punya hati terhadap sesama.  Jika kebanyakan orang membantu dan memberikan sumbangan makan, minum dan pakaian kepada para korban Banjir Bandang yang melanda Kota Bima, sebagian orang justru memanfaatkan kesempatan untuk mencuri, bahkan ada pula pedagang yang menjual barang dagangannya ke korban banjir dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.
Baca juga : http://www.kabarbima.com/2016/12/nah-toko-sma-yes-jual-barang-lebih.html.

Rumah korban banjir yang dicuri saat pemilik sedang berada di lokasi pengungsian. Foto Suryadin/Facebook.
Bukannya niat membantu para korban banjir, malah barang-barang milik korban banjir yang dijarah. Seperti yang dialami warga BTN Santi Asri Kelurahan Santi Kecamatan Mpunda Kota Bima, Agus (40) harus kehilangan barang-barang miliknya saat musibah banjir kemarin. Guru SMKN 1 Kota Bima ini kehilangan kulkas dan mesin cuci yang mereka simpan dalam rumah,  selama pergi mengungsi.

Tetangga Korban,  Suryadin menceritakan bahwa pasca banjir kedua,  tetangganya itu pergi ke tempat pengungsian dengan membawa baju di badannya saja,  sementara barang-barangnya ditinggal dirumah.

"Setelah kembali ke rumah paginya dan mengecek barang-barang, ternyata sudah raib," cerita Yan kepada kabarbima.com mengutip pengakuan korban, Minggu malam (25/12).

Ternyata kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Dara Kecamatan Mpunda Kota Bima,  Beberapa warga disana juga kehilangan barang-barangnya karena dicuri.

Warga Kelurahan Dara,  Ukan kepada kabarbima.com mengaku bahwa pada saat banjir,  banyak orang yang tidak dikenal masuk ke wilayah Dara, menggunakan mobil dan motor. Alasannya ingin membantu keluarganya yang terkena banjir,  namun ternyata mereka justeru mencuri barang milik para korban.

"Di Dara waktu banjir,  di sebelah Selatan terminal banyak orang asing yang datang,  ternyata mereka datang menjarah barang milik korban bukan datang membantu. Kendaraan untuk mengangkut barang curian, mereka simpan di kuburan cina di kawasan Amahami," ceritanya.

"Dalih ingin membantu keluarga yang  dalam keadaan darurat seperti itu membuat kita percaya. Tapi nyatanya kok yang terlihat hanya barang yang dibawa, kemana keluarganya ? Akhirnya sebagian orang keluar dengan parang untuk menjaga kampung,"katanya.

Pantas saja pasca banjir banyak terlihat mobil pick up yang lewat bawa barang, seperti lemari dan kursi yang bagus-bagus, tapi hanya sopir saja di dalam mobil, sementara pemilik barang dan keluarga yang punya barang tidak ada, ternyata maling tohhh.

Untuk itu,  kepada para korban banjir agar menjaga barang-barangnya, terutama yang berada ditempat pengungsian untuk mengecek barang-barang yang dibawa dan juga di rumah masing-masing. (KB-Almin)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.