H.Lutfi Hadirkan Anggaran 10 Milyar untuk Korban Banjir - Kabar Bima

H.Lutfi Hadirkan Anggaran 10 Milyar untuk Korban Banjir

Kota Bima, KB.- Banjir bandang yang melanda Kota Bima tanggal 21 dan 23 Desember kemarin, membuat Kota Bima yang baru saja meraih penghargaan sebagai Kota Tangguh Bencana itu lumpuh total. Musibah tersebut, membuat prihatin seluruh masyarakat se negeri ini, sehingga bantuan dari relawan berupa logistik terus berdatangan untuk para korban banjir.

Anggota Komisi VIII DRR RI, H.Muhammad Lutfi, SE bersama kepala BNPB Willem R saat menghadiri dan membuka kembali pelayanan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Bima, Rabu (28/12/2016).
Anggota Komisi VIII DPR RI H.Muhammad Lutfi, SE juga turut prihatin atas musibah yang melanda daerah kelahirannya. Atas musibah yang melanda Kota Bima itu, Lutfi langsung memberikan dorongan kepada pemerintrah pusat untuk memberikan bantuan dalam bentuk tanggap darurat kepada para korban banjir. Sehingga sampai hari ini sudah banyak bantuan yang diberikan pemerintah pusat, baik logistik maupun tanggap darurat.

"Saya langsung mendesak pemerintah pusat untuk memberikan bantuan untuk Kota Bima yang sedang dilanda banjir. Dan alhamdulillah,
dari desakan saya itu, BNPB langsung memberikan anggaran Rp.10 Milyar untuk Kota Bima, berupa dana Cash Work," akunya kepada kabarbima.com saat menggelar jumpa pers di Hotel Camelia, Rabu (28/12/2016).

Kata Lutfi,  anggaran yang diperolehnya dari Pemerintah pusat itu, akan diberikan kepada seluruh korban banjir yang ada di Kota Bima. Dana Cash Work itu akan diberikan Rp.500 ribu per kepala kelaurga (KK) sebanyak 20 ribu KK dari anggaran Rp.10 Milyar itu.,
"Dana Rp.500 ribu per KK tersebut, untuk biaya  membersihkan rumahnya sendiri selama 10 hari dengan upah Rp50 ribu sehari," jelasnya.

Selain anggaran Rp.500 ribu per KK tersebut, juga akan diberikan bantuan pemulihan infrastruktur, berupa bantuan dana Rp.40 Juta per rumah yang rusak berat dan Rp.20 Juta untuk rumah yang rusak sedang. Mekanismenya, setiap korban banjir yang didata untuk menerima bantuan, harus menyediakan rekening untuk penerimaan uang. "Kami tidak mau ada transaksi uang, karena itu rentan menimbulkan masalah, jadi melalui rekening masing-masing," tuturnya.

Untuk itu, Lutfi berharap kepada pemerintah daerah untuk melakukan pendataan sedetailnya, sehingga semua korban banjir betul-betul terakomodir, jangan sampai yang tidak kena banjir yang justeru terakomodir. "Saya juga minta kepada masyarakat untuk mengawal pendataan itu, dan kalau belum terdata segera laporkan. Jangan sampai yang tidak rusak dilaporkan rusak, terutama untuk bantuan yang Rp.40 Juta dan Rp.20 Juta itu," pintanya.

Diakuinya, anggaran Rp.10 Milyar itu, telah ditransfer ke rekening BPBD Kota Bima pada tanggal 27 Desember 2016 kemarin. selanjutnya akan dilakukan proses pendataan dan verifikasi nama-nama penerima bantuan, yang nantinya nama-nama tersebut akan di SKan oleh Walikota Bima.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala BNPB Willem R saat dikonfirmasi usai membuka kembali pelayanan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Rabu (28/12). Menurutnya, pasca banjir kemarin Anggota DPR RI H.Muhammad Lutfi mendesak untuk mencairkan anggaran untuk korban banjir, sehingga pihaknya meberikan Rp.10 Milyar. "Kami berikan bantuan anggaran untuk tanggap darurat berupa dana Cash Work, dan pemulihan kembali tempat tinggal mereka," akunya. (KB-02)

3 komentar:

  1. Assalamualaikum wr wb kampung kami sampai saat ini blm ada yg mendata dimana kami bisa melapor pendataan ?

    BalasHapus
  2. di Lurah masing-masing dan batas pendataan sampai tanggal 05 Januari 2017. lembo adee

    BalasHapus
  3. Anggaran 10 M tdk hanya pak lutgfi yg berperan, wakil ketua DPR RI pak fahri hamzah juga sangat berperan, namun beliau tdk mengklaim karena belia, namun karena kerja2 DPR Lainnya saling menguatkan.mhn maaf

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.