Nah, Toko SMA Yes Jual Barang lebih Mahal kepada Korban Banjir - Kabar Bima

Nah, Toko SMA Yes Jual Barang lebih Mahal kepada Korban Banjir

Kota Bima, KB. - Pribadi manusia memang berbeda-beda, terutama sekali dalam hal mencari makan, ada yang menempuh jalur halal,  ada pula yang menempuh jalur yang haram.  Tak perduli orang susah,  yang penting bisa mendapatkan keuntungan pribadi yang lebih besar.

Musibah Banjir yang melanda Kota Bima, dimanfaatkan oleh masyarakat dari daerah lain dan sekitar Kota Bima untuk beramal atau bersedekah dengan memberikan sumbangan makanan, minuman,  pakaian dan lainnya kepada para korban banjir. Namun tidak bagi pemilik Toko SMA Yes yang berada di Kelurahan Sarae Kota Bima, musibah banjir dimanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari hari-hari biasanya. 

Toko ini menjual barang-barang kebutuhan masyarakat lebih mahal dari harga biasanya,  bahkan hampir 2 kali lipat,  bayangkan saja harga susu Morinaga yang biasa dijual Rp120 ribu, tiba-tiba dijual dengan harga Rp200 ribu. Itu baru susu,  belum barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya. 

Terungkapnya,  tindakan "pemerasan" yang dilakukan oleh pemilik toko SMA Yes ini, setelah beberapa orang pelanggannya mengeluhkan dan mengunggah  harga barang dagangannya yang melambung tinggi itu di Facebook. 

Pemilik akun Facebook Lho Cess meminta wartawan untuk memberitakan soal kenaikan harga barang yang dianggap sebagai tindakan pemerasan terhadap korban banjir.  

"Agus tau ja pu dei koran.. mini market SMA YES naikan harga 2x lipat..ditengah masyarakat yg lagi susah dia malah ambil untung lebih dan itu mencekik masyarakat.. susu anak yg 120rb jd 200rb..ini perampokan kan nama nya mana qt lagi susah," pintanya dalam sebuah komentar di facebook.

Menurutnya,  ada seorang ibu yang sedang membeli susu untuk anaknya, namun tidak jadi beli karena harganya yang mahal. "Tadi malah ada yang nggak jadi ambil susu morinaga yang Rp120, karena lansung dipalak 200rb.  Ibu itu  marah dan langsung pulang krn uang nya ga cukup," ceritanya. 

"Kalau saya beli susu Indomilk yang siap minum rasa vanila perbotol biasanya cuma Rp3500 tapi lansung dipalak Rp5000 per botol,  kan saya belinya ada 50 botol jadi lumayan kerugian saya," benarnya.

Wartawan kabarbima.com sempat memantau keadaan sekitar 10 menit sebelum konfirmasi berita,  dan ternyata benar ada pelanggan yang pulang karena harga barang yang mahal. sempat terlihat proses tawar menawar, dan ada yang beli ada pula yang kembali dengan tangan kosong.

Pemilik toko SMA Yes yang dikonfirmasi terkait kenaikan harga tersebut dengan nada tinggi mengatakan, bahwa dirinya tidak mengundang masyarakat untuk membeli di toko miliknya, kalau harganya tidak cocok bisa pulang.

 "Saya tidak undang orang untuk belanja disini,  kalau tidak suka dengan harga di toko saya silahkan pulang. Sudah dibantu malah banyak protes, ngomong ini itu, tau sendiri sekarang alat-alat di toko saya rusak,  jadi mana saya hafal harga barang saya yang banyak ini, " ujarnya. 

"kalau mas punya alat, bawa kesini karena alat untuk mengecek harga barang milik saya sudah rusak, jadi saya jual manual. Saya tanya dulu mereka biasa beli berapa sebelumnya, terus kalau harganya cocok saya jual, " tambahnya. 

Ditanya nama lengkap selaku pemilik toko,  wanita ini justru menjawab dengan nada sinis. "Saya tidak punya nama,  tulis aja nama saya pemilik toko, " ujarnya memalingkan muka,  sambil memerintahkan anak buahnya untuk tutup toko. 

Setelah wartawan kabarbima.com keluar dari toko tersebut,  sejumlah warga yang sempat menyaksikan proses wawancara dengan pemilik toko,  memberikan jempol kepada wartawan. Mereka mendukung untuk Diberitakan masalah itu,  karena mereka tidak cukup uang untuk membeli barang yang lebih mahal. 

Toko tersebut akhirnya ditutup, pelanggan yang mau masuk dilarang, bahkan yang masih berada dalam toko disuruh keluar. Hingga saat ini Toko tersebut masih dalam keadaan ditutup. (KB-01) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.