Pemkab Bima Kucurkan Rp. 10 Milyar Tangani Infrastruktur Pasca Banjir - Kabar Bima

Pemkab Bima Kucurkan Rp. 10 Milyar Tangani Infrastruktur Pasca Banjir

Bima, KB. - Sepanjang Senin  (30/01/2017), Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bima Ir. H. Taufik Rusdy,  Kepala Dinas PU Kabupaten Bima,  Ir. H. Nggempo dan beberapa pejabat terkait lainnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Woha.

Sesaat setelah turun dari pesawat, Bupati langsung mengunjungi Dusun Beringin Desa Nisa dan menuju desa-desa lainnya di Kecamatan Woha. 

Setelah melihat beberapa desa di Kecamatan Woha, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Sape. Di Kecamatan ini Bupati meninjau DAM Parangina-Sape yang alur sungainya telah dibelokkan banjir beberapa waktu lalu.

Bupati menginginkan agar DAM tersebut berfungsi kembali, maka  alur sungai harus diarahkan kembali ke arah bendungan dan berharap masyarakat mendukung upaya Balai Wilayah Sungai (BWS) 1 Nusa Tenggara yang akan melakukan perbaikan infrastruktur.
Bupati kemudian menuju kantor desa Naru Barat untuk melihat bagian belakang kantor desa setempat yang mengalami kerusakan berat akibat longsor.

Setelah melihat DAM dan Kantor Desa, rombongan kemudian bertolak ke Desa NaE untuk melihat longsoran bantaran sungai yang menyebabkan kerusakan beberapa bagian rumah warga.

"Jangan lagi membangun rumah terlalu dekat dengan bibir sungai karena sangat berbahaya bila terjadi bencana banjir," harap Bupati. 

Untuk kegiatan normalisasi, masyarakat diharapkan dapat menggeser posisi bangunan lebih jauh dari posisi saat ini, bagi yang berada terlalu dekat dengan bibir sungai.

Beberapa saat kemudian Bupati dan rombongan melakukan kunjungan untuk melihat dari dekat talud di Dusun Gusung Desa Bugis dan dan membahas rencana pembangunan jembatan sungai Jangka sepanjang 30 meter yang menghubungkan Desa Bugis dan Desa Sangia sebagai satu-satunya penghubung di kedua desa tersebut. 

"Mengingat keberadaan jembatan ini penting bagi arus transportasi di kedua Desa, maka pada tahun 2017 jembatan penghubung akan segera dibangun untuk menggantikan jembatan timbang yang saat ini difungsikan oleh masyarakat,"ujarnya. 

M. Nurul Huda, ST., MT Kasi Pembangunan dan Pengusahaan Pengairan Bidang Pengairan Dinas PU Provinsi dalam penjelasannya mengatakan, Penanganan tanggap darurat pasca bencana banjir dilakukan  melalui kegiatan normalisasi sungai, dengan pemasangan bronjong dan pemasangan tanggul. 

"Untuk sungai dan beberapa bentuk yang telah jebol diterjang banjir telah ditangani melalui anggaran tanggap darurat senilai Rp.10 miliar, seperti di Sape,  Wawo dan Ambalawi yang dikerjakan sepanjang bulan Januari - April 2017,"jelasnya. 

Khusus untuk Sungai jangka Desa Bugis akan dibangun jembatan sepanjang 30 meter dan dilanjutkan pembuatan talud setinggi  2  meter, sepanjang 8 KM agar ketika banjir terjadi tidak meluap ke pemukiman warga yang ada di sisi kiri dan kanan sungai. 

"Talud tersebut akan dapat berfungsi juga sebagai Jalan Inspeksi, "jelas huda. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.