Pemuda Soromandi Haramkan Camat "Impor" - Kabar Bima

Pemuda Soromandi Haramkan Camat "Impor"

Soromandi,  KB. - Keputusan Bupati Bima mengangkat Camat Soromandi yang bukan darah Donggo dan Soromandi terus menuai protes. Bahkan tidak tanggung-tanggung mereka mengharamkan camat "impor" masuk Kecamatan Soromandi.

"Kami haramkan camat yang dilantik Bupati Bima untuk menginjakkan kaki di Soromandi," ujar orator aksi, Baharuddin.

Suasana Demonstrasi di Kantor Camat Soromandi (Foto Abbie Makese)
Keputusan pimpinan daerah tersebut dianggap sebuah tindakan yang menginjak harga dan martabat masyarakat. Karena dengan pengangkatan orang luar katanya,  seakan-akan dilecehkan bahwa tidak ada orang Soromandi dan Donggo yang layak memimpin masyarakat Soromandi.

Tidak hanya itu, pria yang akrab dipanggil Ndolo ini juga menganggap tindakan Bupati Bima tersebut dianggap sebagai tindakan penghianatan terhadap masyarakat Soromandi. Karena mengabaikan masukan dan kultur masyarakat Soromandi.

"Kalau bupati tidak mengindahkan, kami akan mengambil langkah baik itu sesuai dengan undang-undang maupun yang bertentangan dengan undang-undang," ujar Ketua KNPI Kecamatan Soromandi ini.

Hal yang sama juga disampaikan, Jendral Lapangan, Ardi. Dia mengaku harga diri masyarakat terinjak-injak  dengan keputusan Bupati Bima tersebut.  Mereka hanya akan menerima jika dipimpin oleh masyarakat Soromandi dan Donggo saja. 

"Logikanya, bagaimana mungkin orang Amerika ya tidak paham budaya Indonesia lalu diangkat jadi Presiden.  Begitu juga,  bagaimana mungkin orang luar yang tidak paham Karakter orang Soromandi lantas mau memimpin Soromandi," ujarnya.

Rencana awal, massa aksi akan menyegel Kantor Camat Soromandi. Namun, karena dihalangi oleh pihak kepolisian, akhirnya rencana mereka gagal.

"Karena tuntutan tidak ditanggapi,  kami akan membangun tenda sampai tuntutan kami didengarkan dalam waktu yang tidak ditentukan," ujar Korlap aksi,  Erianto. 

Dalam aksi tersebut, hampir terjadinya bentrok antar massa aksi dengan pihak kepolisian. Namun suasana panas tersebut berhasil di reda setalah kedua pihak sama-sama menahan diri.  (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.