Digoda Atasan, Gadis ini tak Berdaya - Kabar Bima

Digoda Atasan, Gadis ini tak Berdaya

Belakangan ini banyak skandal perselingkuhan yang terungkap, seperti yang diberitakan sejumlah media cetak, Televisi maupun online. Mulai dari skandal perselingkuhan dengan tetangga, perselingkuhan dengan kerabat dekat, perselingkuhan dengan oknum pejabat, hingga skandal perselingkuhan antara atasan dengan bawahan.

Illustrasi
Hubungan antara atasan dan bawahan itu lumrah dalam sebuah kantor atau perusahaan. Namun apa jadinya, juga antara atasan dan bawahan memiliki hubungan spesial dilaur kepentingan kantor, tetapi terjadi di dalam kantor tersebut.

Berikut pengakuan seorang gadis yang digoda atasannya di tempat kerja, kepada Kabar Bima.

Mencari pekerjaan jaman sekarang, cukup susah meski sudah menyandang gelar sarjana. Jangankan untuk menjadi pegawai negeri, masuk kerja sebagai pegawai suka rela pun sangat susah jika tidak memiliki koneksi ke dalam. Sebut saja Rani (bukan nama sebenarnya), gadis yang berusia 21 tahun ini baru masuk kerja sebagai pegawai sukarela pada salah satu SKPD di Kabupaten Bima, akhir tahun 2016 lalu.

Sebelum atasan barunya masuk ke kantor tersebut, Rani bertugas di salah satu ruangan bersama beberapa rekannya. Tetapi setelah atasan barunya tersebut dilantik menjadi pejabat di kantor itu, Rani pun dipindahkan menjadi pendamping ruangan atasanya itu. Lelaki itu sebut saja Rudi (Bukan nama sebenarnya).

Awalnya, oknum pejabat yang diketahui doyan perempuan itu melihat Rani saat lewat depan ruangannya usai membeli rokok untuk pegawai yang ada diruangan kerja Rani sebelumnya. Melihat Rani lewat, oknum pejabat tersebut langsung memanggilnya dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Rani.

Rupanya oknum pejabat tersebut jatuh cinta pandangan pertama terhadap Rani, karena Rani memiliki wajah cantik dan bodi yang sexy. Keesokan harinya, Rani langsung dipindahkan jadi pendamping di ruangan kerjannya. Setelah Rani pindah, Rudi mulai mengeluarkan jurus-jurusnya. Pertama dia membuat kaca jendela ruangan menjadi ribeng, agar orang dari luar tidak bisa melihat kedalam ruangan.

Rani mulai diajaknya duduk dalam ruangan untuk menemaninya ketika tidak ada tamu. Awalnya ngobrol-ngobrol biasa, dan itu berlansung beberapa hari berikutnya. Di jam istrahat, Rudi selalu menghabiskan waktu di ruang kerjanya. Kali ini dia tidak lagi sendiri karena sudah ada Rani yang menemaninya dalam ruangan. Sebelumnya, pada saat pejabat lama di kantor tersebut, ruangan itu tidak pernah sepi dari tamu meski di jam istrirahat, dan jarang sekali dikunci dari dalam. Namun belakangan ini, ruangan tersebut sudah kerap dikunci dari dalam, terutama di jam istirahat.

Sekitar satu minggu lebih berada diruangan kerja barunya, Rani sudah langsung diajak oleh atasannya ke luar daerah, namun tidak berdua, Rani ditemani dua temannya. Diajak ke luar daerah Rani pun senang, karena bisa sekalian jalan-jalan. Rupanya, ada udang dibalik batu, Rudi sengaja mengajak Rani keluar daerah untuk memuluskan rencananya mendapatkan cinta Rani.

Lama-kelamaan, sikap Rudi terhadap Rani mulai berbeda. Lelaki yang datang ke kantor dan ngobrol dengan Rani tidak diperbolehkan oleh Rudi. Rupanya dia mulai cemburu.

Singkat cerita, setelah lebih dari satu bulananlah, ketiga jam istirahat, Rudi mulai menyuruh rani mencarikan uban di kepalanya dan menggaruk-nggaruk pelan dibagian kepala. Terkadang, Rudi juga menyuruh Rani menggaruk bagian telapak kakinya agar dia bisa tertidur.

Karena menghargai atasan, Rani pun menuruti semua perintahnya meski Rani tahu itu tidak wajar dilakukan oleh orang yang bukan muhrim. Namun apa daya, Ranipun mengikuti semua perintah Rudi.

“Kalau jam istirahat atau dia lagi ndak ada tamu, dia selalu suruh saya untuk mencarikan uban dan menggaruk telapak kakinya,” cerita Rani yang saat itu sudah mulai tidak suka dengan sikap atasanya itu.

Kejadian seperti itu selalu berulang setiap harinya. Karena Rani selalu menuruti keinginannya, Rudi mulai memberanikan diri meraba-raba. Namun aksinya tersebut langsung mendapat penolakan dari Rani.

“Pernah dia mau raba-raba bagian belakang saya, namun saya lansung menghindar,” aku Rani

“Pernah sekali dia kena jarum pentul saya, karena saat itu dia menyuruh saja buka jilbab. Dia juga pernah menjuruh mengangkat baju saja. Apa maksunya coba,” beber Rani dengan nada kesal saat menceritakan pengalaman pahitnya itu.

Melihat sikap Rudi yang begitu, Rani tidak tinggal diam, Rani langsung keluar ruangan dan pulang. Rani sempat tidak masuk kerja beberapa hari karena kejadian itu. Rani baralasan sakit, dan Rudi hendak menjenguk Rani ke Rumahnya. Karena takut Rudi datang ke Rumah, Rani Akhirnya masuk kerja kembali.

Tapi kali ini tidak masuk kerja diruangan atasannya itu. Rani masuk kerja kembali ditempat awalnya. Rudi Kemudian meminta Rani untuk kembali ke ruangannya namun Rani menolak, karena takut terulang kejadian tersebut.

Mendapat penolakan dari Rani, Pagi-pagi saat apel, Rudi mengancam jika pegawai suka rela yang tidak menuruti perintahnya, akan dikeluarkan dari kantor tersebut alias diberhentikan.

“Karena ancaman itu, saya kembali keruangan itu, karena saya takut dikeluarkan, karena saya tahu saat ini cari kerja itu susah. Tetapi, meski suka rela, saya juga punya harga diri. Dan tidak semestinya diperlakukan seperti itu,” tuturnya.

“Memang sih bawahan harus taat pada atasanya, tapi dalam hal pekerjaan. Tapi yang dilakukannya itu diluar dari kewajaran,” keluhnya.

Rudi, rupannya sering datang malam-malam ke tempat kerjanya dan juga menyuruh Rani dan temannya untuk menemaninya di Kantor, meski itu diluar jam kerja. Bahkan mereka sering karaoke bareng di salah satu tempat karaoke di Kota Bima.

Pegawai lain, sebut saja Ira juga mengetahui sikap aneh antara atasan dan bawahan tersebut. Dirinya juga kaget ketika Rani yang baru masuk langsung diajak keluar daerah, sementara mereka yang sudah lama kerja tidak diajak. Tidak hanya Ira, pegawai lainpun mengatahui tingkah nakal oknum pejabat tersebut. Bahkan mereka tahu kalau mereka sering berada dalam ruangan itu kalau jam istirahat. 

“Kita ndak berani ke ruangan itu, takut digoda juga. Karena kita tahu dia itu suka menggoda, takut disuruh pindah juga,” sindir Ira.

Rupannya, tidak Hanya Rani, beberapa pegawai lain juga pernah digodanya, hanya saja pegawai lain tidak meresponnya dan memilih menghindar.

Hingga saat ini, Gadis itu masih bekerja ditempat itu, karena masih ingin bekerja. Karena dia sadar sulit untuk mencari kerja. Tetapi dia sudah menjaga jarak dengannya. Rani pun sudah menceritakan hal itu kepada ibunya, namun tidak berani menceritakan kepada bapaknya, karena bapaknya berwatak keras.

Setelah Rani menjaga jarak, dia mulai merayu yang lainnya, meskipun masih sangat mengharapkan Rani.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.