Musker IPPMDB Spirit Baru Generasi Donggo - Kabar Bima

Musker IPPMDB Spirit Baru Generasi Donggo

Oleh: Fadlin Guru Don (Sekjen DPP-IPMDB)

Mengingat adanya nilai sosial budaya maupun politik dan hukum yang semakin hari semakin bergeser diera globalisasi ini maka sangat perlu ada perhatian khusus kita bersama. Kerap kali terlihat gejolak dan penyakit sosial yang tidak mencerminkan budaya dan tradisi bangsa Indonesia asli yang terus merebak kehidupan masyarakat kita.

Saya melihat pergeseran nilai ini terjadi dimana-dimna, juga terjadi didaerah bima lebih khusus di Donggo. Bima yang penah diistilahkan sebagai Serambi kirinya Mekah sepertinya tinggal kenangan, juga Donggo yang dikenal dengan budaya dan tradisi bacaan Al-Qur’an yang selalu terdengar disetiap rumah warga. Belum lagi diacara-acara kerakyatan dan kegamaan seperti “ngaji jamak” atau “ngaji ndiha”, bahkan mereka menjadikan momentum seperti ini sebagai tempat adu nyali siapa yang lebih mahir qira’at (membaca Qur’an dengan benar). Dengan demikian mereka bisa saling membenarkan satu sama lain, itulah cara mereka dulu belajar.

Belajar ngaji adalah hal yang paling utama dan menjadi skala prioritas bagi dou Donggo, sampai harus rela mencari guru ngaji dikampung-kampung lain. Cara berpikir mereka, agama adalah nomor satu dibandingakn dengan urusan duniawi karna urusan dunia cukup punya makan, pakaian dan tempat tinggal. Ya….! munkin mereka hanya mengandalkan hasil tani untuk menghidupi keluarga mereka.

Sebagai genersi penerus era ini sejatinya budaya dan tradisi yang baik seperti ini tidak bisa dilupakan, justru harus menjadi kewajiban bersama utuk terus menjaga dan merawatnya.

Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern, telah memberikan pengaruh yang sangat pesat dan signifikan terhadap degradasinya nilai-nilai budaya, tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) masyarakat. Misalnya, ngaji adalah hal yang sangat tidak asyik lagi dipelajari oleh generasi Donggo hari ini, padahal guru ngaji ada dimana-dimna. Banyak sekali perbedaannya, dulu murid yang mencari guru, tapi sekarang justru guru yang mencari murid. Kenyataanya juga nihil ada yang mau, sungguh kaki dikepala kepala dikaki.

Saya kira inilah problem social generasi dan masyarakat kita yang sangat perlu mendapat perhatian serius kita semua. Sedikit saja kita diam maka dipastikan pemuda dan masyarakat kita akan tenggelam dimakan jaman.

Untuk menjawab semua itu maka kami dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Donggo Bima (DPP-IPMDB) berdasar amanat Musyawarah Kerja pada tanggal 1 Mei 2017 di Jakarta kemarin, mencoba mendesain dan merancang beberapa program kerja dan beberapa rekomendasi lain yang sifatnya jangka pendek, menengah dan dan jangka panjang baik untuk pelajar, mahasiswa dan keluarga Donggo yang ada dipusat maupun program-program kerja untuk masyarakat Donggo di daerah.

Sesuai dengan falsafah dan jiwa IPMDB adalah “Ladjnah Amar Ma’ruf Nahi Munkar” yang berazaskan Qur’an dan Hadits yang berbentuk organisasi pengkaderan. Maka, ada program khusus dibidang keagamaan/kerohanian dan pengkaderan yang kami canngkan seperti; pembinaan Qira’at (baca Al-qur’an yang benar), pengajian agama bulanan, dan pembinaan keagamaan lainya untuk pelajar, mahasiswa, dan keluarga besar Donggo. 

Juga, yang tidak kalah penting adalah amal-amal jariayah lainya seperti pengelolaan zakat fitrah dan zakat mal, Qurban Bersama serta buka puasa bersama dan halal bihalal dengan tujuan untuk meningkatkan khasanah keharmonisan dan rasa persatuan keluarga besar Donggo. Kegiatan kajian intensif dan latihan dasar kepemimpinan juga merupakan program utama kami demi pengembangan intelektualitas kader. Open house IPMDB kami juga merencanakan dengan tempat yang dikondisikan, bisa di Jakarta maupun didaerah lainnya dengan tujuan untuk memperkenalkan IPMDB di seluruh Nusantara.

Selain itu kami mencoba menggagas pogram dan sekumpulan rekomendasi khusus untuk masyarakat donggo di daerah dengan membangun kerja sama bersama Majelis Ulama Bima (MUI-Bima) dan pemerintah daerah agar melakukan safari-safari keagamaan, seprti ceramah agama antar kampung dan menfasilitasi serta menyuplay Al-qur’an di desa-desa yang ada didonggo umumnya.

Dengan melihat kondisi sosial kemasyarakatan yang sudah sangat kritis terkhusus rusaknya moral siswa dan pemuda maka kita punya tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan mereka. Narkoba bukan hal yang tak hanya didengar namanya tetapi sudah menjadi menu khasiat generasi muda hari ini. Dulu mungkin hanya diberitakan oleh media-media dikota-kota saja tetapi sekarang sudah menjalar sampai kedesa-desa.

Misalnya, tramadol sudah merobek akhalak pemuda pemuda kita di Donggo, bahkan sudah menjadi konsumsi sehari-hari layaknya rokok oleh generasi kita sekarang. Untuk menyelatkan mereka, sejatinya nurani kita harus terpanggil untuk membumi hanguskan barang haram ini.

Sebagai wujud hubungan langsung DPP-IPMDB dengan tanah lahir, maka pengurus mngusulkan program- program bakti sosial yang nantinya akan melibatkan seluruh elemen masyarkat, pemerintah maupun leembaga-lembaga terkait untuk melakukan seminar dan penyuluhan narkoba dengan tujuan memberikan edukasi kepada siswa, pemuda dan masyrakat donggo tentang bahayanya narkoba.

Oleh karena IPMDB yang merupakan kedai perjuanagn bersama maka memiliki fungsi sebagai kendaraan atau lokomotif social movement (pergerakan sosial) khusus, untuk memperjuangkan hak-hak dan martabat orang Donggo, maka kami akan terus melakukan studi dan analisa kondisi kekinian daerah dalam bidang pembangunan baik pendidikan, sosial budaya maupun politik dan hukum sebagai wujud empati dan rasa peduli terhadap tanah Donggo tercinta.

Persoalan hukum masyarakat Donggo adalah hal yang juga sangat urgen untuk diperhatikan, mengingat pemahaman masyarakat tentang hukum beranekaragam dan sangat tergantung pada apa yang diketahui dari pengalaman yang dialaminya. 

Seperti yang terlihat, potensi orang Donggo dibidang hukum dan pengacara yang semakin lama semakin pesat perkembangannya maka kami di dibidang hukum dan advokasi public, akan mengadakan penyuluhan pendidikan hukum (legal education) yang nantinya akan berkolaborasi Lembaga Adat khusus dou Donggo (lASDO) agar masyarakat paham dan sadar hukum serta mengenal nilai-nilai budadaya dan tradisi leluhurnya, sehingga masyarakat patuh kepadanya tanpa paksaan dan menjadikannya sebagai suatu kebutuhan dalam bermasyarakat. 

Selajutnya melakukan advokasi, pendampingan serta pembelaan hukum kepada masyarakat Donggo yang telah mendapat masalah dan persoalan-persoalan hukum, sehingga mereka terselamakan dari kriminalisasi- krimanilasi hukum.

Untuk menumbuhkan bakat dan minat kader dibidang enterpreneuship (kewiausahaan), DPP-IPMDB juga merencanakan progragram-proram kreatif seperti; koperasi bersama, pengembangan kuliner khas Bima, mendirikan mini market yang siap menyuplay kebutuhan sembako keluarga Donggo dijakata. Juga, seminar dan pelatihan kewirausaahan dengan menghadirkan pengusaha-pengusaha hebat untuk membagi pengalaman mereka sehingga generasi Donggo mendapat inspirasi dan motivasi di wilayah dunia usaha.

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Donggo (DPP-IPMDB) dibawah pimpinan Bapak Drs. Muchtar.,M.Pd, yang dengan segudang pengalaman dan relasinya, saya percaya semua program-program yang digagas ini dapat direalisasikan. Prospektif dan harapan besar saya kedepanya tentu ada, supaya nilai budaya gotong royong (kasama weki) dari para leluhur bisa kita tumbuhkan kembangkan lewat kerja sama yang baik oleh kita semua agar program-program ini benar-benar terwujud.

Sebagai kalimat penutup saya ingin katakan “Jangan pernah merasa malu mengaku orang Donggo karena orang Donggo tidak malu-maluin”. Katakanlah sekarang bahwa 
“AKU BANGGA JADI ORANG DONGGO” (***)

4 komentar:

  1. Terima kasih kabar bima. Sukses selalu

    BalasHapus
  2. Terima kasih kabar bima. Sukses selalu

    BalasHapus
  3. Kami menunggu kegiatan keagamaannya 😇

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti ananda insha allah. Siap kita ramein jakarta dengan kegiatan keagamaan

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.