PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN KOTA BIMA - Kabar Bima

PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN KOTA BIMA

Oleh : Muhammad Ali, MM.

(Penulis adalah dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekonomi dapat diartikan sebagai ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan. Istilah ekonomi juga dapat diartikan sebagai pemanfaatan uang, tenaga, waktu, dan sebagainya yang berharga. Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berbasis pada kekuatan e
konomi rakyat.

Dalam system ekonomi kerakyatan segala kegiatan ekonomi berpusat pada rakyat. Segala kegiatan dan aktifitas perekonomian bersumber dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemerintah dengan kebijakannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi rakyatlah yang yang menjadi ujung tombak tercapainya tujuan pembangunan ekonomi kerakyatan.

Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi yang mengacu pada peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi kreatif yang mana masyarakatnya harus dapat didorong untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi. 

Adapun tujuan pembangunan ekonomi kerakyatan antara lain adalah penciptaan lapangan kerja, pemberantasan kemiskinan, pengangguran, pengembangan kawasan andalan dan sektor unggulan. Namun yang akan dibahas dalam artikel ini adalah pengembangan sektor unggulan.

Kota Bima yang dikenal sebagai “Kota Tepian Air” merupakan kota yang diuntungkan secara geografis, selain berada di ujung timur Pulau Sumbawa, Kota Bima juga memiliki satu pelabuhan laut yaitu PT. Pelindo III. Selain itu, pelabuhan Sape dan Bandar Udara Muhammad Salahudin juga merupakan penunjang bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bima. Posisi strategis Kota Bima dapat menunjang perwujudan kota ini sebagai kota pusat perdagangan barang dan jasa. Untuk mewujudkan kota pusat perdagangan barang dan jasa, maka peningkatan sektor industri melalui pengembangan sektor unggulan harus dapat dilakukan.

Menurut Tumenggung (1996) sektor unggulan adalah sektor yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dengan produk sektor sejenis dari daerah lain serta memberikan nilai manfaat yang lebih besar. Pengembangan sektor unggulan dapat dilakukan berdasarkan potensi daerah. 

Kota Bima memiliki banyak potensi sebagaimana kota dan kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Barat seperti potensi pariwisata, perikananan, kelautan, kehutatanan, pertanian, dan industri. 

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi sektor unggulan adalah sektor perikanan. Sebagai contoh, Kelurahan Dodu, Ntobo, Nungga,dan Mande dapat dikembangkan menjadi kawasan sentral industri ikan air tawar. Beberapa kelurahan tersebut memiliki potensi dan sumber mata air yang melimpah untuk menjadi sentral industri ikan air tawar. Jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan antara lain manila, karper, mujair, lele, dll.

Rembiga Kota Mataram merupakan salah satu kawasan unggulan sentral industri ikan air tawar di NTB. Penciptaan kawasan unggulan tersebut merupakan indikator keberhasilan pemerintah Kota Mataram dalam mengelola dan mengembangkan potensi daerah. Pemerintah daerah kabupaten dan kota lainnya di NTB khususnya Kota Bima dapat menjadikan Rembiga sebagai model pengembangan sektor unggulan sentral industri ikan air tawar.

Potensi air yang melimpah pada kawasan tersebut harus dapat diberdayagunakan. Pemerintah Kota Bima melalui kerjasama Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE), melakukan sosialisasi dan memberikan penyuluhan, memberikan bantuan bibit ikan, dan memberikan dana stimulan modal usaha. Selain itu, masyarakat di kawasan potensial tersebut diberikan pandangan dan pemahaman agar dapat memanfaatkan potensi air yang ada untuk pembudidayaan ikan air tawar. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup, menyuplai dan memenuhi kebutuhan ikan air tawar masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bima.

Apabila kondisi tersebut dapat diciptakan maka pemerintah dapat menciptakan sektor unggulan yaitu sektor perikanan. Kota Bima sebagai kota yang sedang berkembang perlu mendorong pertumbuhan sektor industri agar menjadi kota yang maju dan berdaya saing. Jumlah penduduk Kota Bima menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 sebanyak 116.407 jiwa. Kota Bima dapat menjadi kota yang maju apabila minimal 2,5 % dari total populasinya berwirausaha.

Akhirnya, pengembangan industri ikan air tawar pada kawasan potensial tersebut sangat diperlukan agar pengembangan sektor unggulan dapat dicapai. Sumber daya air harus dapat dimanfaatkan dan diberdayagunakan untuk pengembangan industri ikan air tawar. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan agar dapat memanfaatkan dan mengelola potensi air yang ada sehingga masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup. (***)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.