Pabrik Pemecah Batu di Sambina'e Tak Berijin - Kabar Bima

Pabrik Pemecah Batu di Sambina'e Tak Berijin

Kota Bima,KB.- Pabrik pemecah batu yang ada di Kelurahan Sambina'e Kota Bima itu ternyata tidak memiliki ijin atau ilegal. Meskipun tak memiliki ijin operasional,  pabrik tersebut sampai saat ini masih melakukan aktifitas pemecah batu.

Fajaruddin, S.Sos
Informasi yang dihimpun Kabar Bima,  pabrik tersebut sudah ada sejak awal tahun 2016 lalu dan pada awalnya pemilik pabrik tersebut hanya membuat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk Kantor dan Garasi, sementra untuk ijin lainya itu belum ada dan belum diurus.

Menindaklanjuti persoala ijin tersebut, Kabid Pelayanan Perijinan DPPT Kota Bima, Fajaruddin S.Sos yang dikonfirmasi Kabar Bima mengatakan, sampai detik ini pemilik pabrik tersebut memang belum pernah mengajukan ijin, bahkan pihak DPPT pun belum pernah menerima surat pengajuan pembuatan ijin dari mereka.

"Kami tidak pernah menerima permohonan pembuatan ijin dari pemilik pabrik pemecah batu,"tegasnya saat temui di kantornya, Senin (11/09/2017).

Ditambakannya, kalau memang mereka berani melalukam aktifitas tanpa adanya ijin berati pabrik itu ilegal dan harus ditutup.

"Itu jelas pabrik ilegal dan harus segera ditutup,"tegasnya.

Sementara itu, ditanya mengenai siapa pemilik pabrik tersebut, pihaknya pun tidak mengetahuinya.

"Saya juga tidak tahu siapa pemilik pabrik itu, karena memang mereka belum pernah datang mengurus ijin usaha dan ijin operasional kesini,"jelasnya.

Dia menyarankan, untuk IMB nya silahkan tanyakan ke dinas tehnis yakni Dinas Tata Kota. Karena mereka yang membuat ijinya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penataan Pemukiman Kawasan Kumuh Dinas Tata Kota Bima, Amir Nahruf yang ditemui mengatakan, untuk IMB nya sudah mereka urus, tapi itu bukan IMB pabrik pemecah batu, melaikan, IMB tempat penyimpanan alat berat (Garasi) dan Kantor.

"IMB untuk Garasi dan Kantor sudah mereka buat, tapi untuk pabrik pemecah batu memang belum ada,"jelasnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.