STKIP Bima Kembali Cetak Sarjana, 1.003 Mahasiswa Diwisuda - Kabar Bima

STKIP Bima Kembali Cetak Sarjana, 1.003 Mahasiswa Diwisuda

Kota Bima,KB.-  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima, Sabtu 21 Oktober 2017 menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarnaja (S1) angkatan XXVIII tahun 20117 untuk Lima Program Studi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kampus STKIP Bima. 

Ketua STKIP Bima, saat mengukuhkan Sarjana.
Pantauan langsung Kabar Bima, acara wisuda tersebut dimulai tepat pukul 08.00 wib, yang diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang diikuti oleh seluruh wisudawan, Senat dan tamu undangan. 

Ketua Stkip Bima, Dr. Amar Amir. M. Pd dalam sambutannya menjelaskan, bahwa tahun ini ada 1.003 orang mahasiswa yang dikukuhkan menjadi Sarjana dari lima Program Studi (Prodi). Dirinya berharap, agar para wisudawan untuk mencari kerja tidak hanya pada profesi guru saja.

"Lulusan STKIP Bima banyak terserap di beberapa tempat trategis, seperti di bidang politik, pengusaha, PNS dan di bidang lainya. Jadi tidak mesti menjadi guru saja, karena jumlah guru di daerah kita sudah banyak," ujarnya.

Disampaikannya, untuk alumni yang baru diwisudakan agar lebih giat lagi untuk mengembangkan dirinya. "Jagan takut bersaing di kanca internasional maupun di republik ini,"tuturnya memberikan motifasi saat berpidato. 


Selain itu, Amran juga menyampaikan, bahwa kampus STKIP Bima juga terus meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswanya di beberapa bidang, seperti pengembagan penelitian dan pembinaan - pembinaan di beberapa desa yang menjadi pengembagan dosen dan siswa. 

"STKIP Bima merupakan salah satu kampus yang mengikuti program pertukaran mahasiswa permata di STKIP PGRI Sumbang. STKIP Bima sudah sejajar dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di seluruh Indonesia ini,"terangnnya. 

Saat itu, Amran juga  menegaskan kepada mahasiswa terkait hasil pertemuan Perguruan Tinggi se indonesia di Bali kemarin, agar melawan tekad dan pergerakan radikal. Selain itu, untuk para wisudawan juga harus memasuki pasar global dan memiliki pedagogi dan memahami komunikasi global.

"Menjaga nama baik almamater  dan  kesuksesan alumni merupakan amunisi untuk berkembanya STKIP Bima,"endusnya. 

Sementara itu, Ketua  Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis ) Wilayah VIII yang meliputi wilayah Bali, NTB dan NTT, Prof Dr I Nengah Dasi Astawa, dalam sambutannya mengatakan, bahwa secara pribadi dirinya sangat cinta terhadap kampus STKIP Bima.

"Saya sangat cinta kepada STKIP Bima, karena banyak angenda yang saya tinggalkan demi hadir di STKIP Bima. Selama saya di kopertis, saya mengendalikan seluruh perguruan tinggi di Bali, NTB, dan NTT, dan saya selalu menghadiri acara wisudanya," akunya.


Menurutnya, di wilayah Bali Nusra, jumlah penganguran tinggi cukup meningkat. Sehingga jumlah  penganguran tingkat sarjana sudah mencapai  7.000  lebih. Katanya, kalau dicermati, sarjana sebenarnya tidak ada yang mengangur, tetapi yang ada hanya sarjana malas. Tinggal menghapus saja kata  malas, dan ketika kata itu kita hapus dan bekerja keras, lugas, tuntas dan berkualitas, maka  tidak ada lagi sarjana yang ganggur. 

"Jangan anggap remeh pekerjaan apapun, seperti penjual bakso,  bakmi, atau sate. Mereka itu sangat mandiri dan mampu membangun lapangan kerja sendiri," ujarnya sambil memberi contoh. 

Ketua kopertis ini juga menegaskan kepada orang tua wisudawan, agar mengajarkan anaknya untuk hidup mandiri dalam kehidupanya. "Kalau sarjana tidak mandiri, dia harus malu kepada anak SMK yang bisa mandiri,"cetusnya. 

Lanjutnya, anak - anak Bima tidak boleh cengeng, mulai besok kedua orang jangan lagi pemberian uang terhadap sarjana agar dia bisa mandiri. Mulai besok tidak ada lagi sarjana elitisme birokrasi yang hanya berorentasi menjadi pegawai negri saja, tetapi harus bersaing ke bidang bidang yang lain. 

"Ciptakan lapangan kerja sendiri, jangan mengemis lapangan kerja, karena samahalnya kalian membebankan Negara," tuturnya. 

"Jadilah sarjana yang siap bertempur bersaing di era Global, jaganlah jadi serjana penganguran yang membebankan orang lain. Tidak ada pekerjaan yang datang melaikan serjanalah yang menciptakan lapangan kerja itu. Agar kalian tidak berpaku pada PNS saja,"tambahnya. 

Wakil ketua puket 1 STKIP Bima Drs.  Muhamad H. Abubakar, M. Pd membacakan SK Ketua STKIP Bima terkait wisudawan - wisudawati terbaik yang berhak menerima gelar S. Pd. Lampiran surat keputusan Nomor : 0730/PT.08.7- MHS.2.III/2017 tetang nama - nama peserta wisuda program pendidikan strata satu STKIP Bima Semester genap tahun akademik 2016 - 2017.

Wisudawan tersebaik dari Lima Prodi diantaranya,  Rifa'atul Mahmuda, Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling (BK) dengan Ipk 3, 80. Jaki Jahwan. Program Studi Pendidikan Ekonomi dengan Ipk 3,90. Ismail, Program Studi Pendidikan Biologi dengan Ipk 3,77. Nurul Lusiana Program Studi Pendidikan Matematika dengan Ipk 3,91 dan Ike Nurjana, Program Studi Pendidikan Sosiologi dengan Ipk. 3,80. (KB-05/ADV)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.