Geopark Gunung Tambora Ditetapkan Menjadi Geopark Nasional - Kabar Bima

Geopark Gunung Tambora Ditetapkan Menjadi Geopark Nasional

Mataram,  KB. - Setelah berjuang cukup lama, mulai 2014, kini pemerintah Provinsi NTB bernapas lega. Sebab, usulan Kawasan Gunung Tambora menjadi Geopark Nasional kini terwujud.
Penetapan Geopark Gunung Tambora (GGT) menjadi Geopark Nasional ditandai penyerahan sertifikat dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). Sertifikat diserahkan Dr. Syafri Burhanuddin, Deputi Bidang SDA Kemenko Bidang Kemaritiman dalam rangkaian acara Seminar Nasional dan Festival Geopark II Pulau Belitong provinsi Bangka Belitung 24 November 2017 lalu.
"Alhamdulilah. Setelah perjuangan selama kurang lebih dua tahun lamanya, sejak digagas pertama kali pada tahun 2014, akhirnya Gunung Tambora kemarin Jumat 24 November 2017 resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional," ujar Ir. Ridwan Syah, MM, M.Sc., M.TP, Kepala Bappeda Provinsi NTB.
Tidak hanya GGT saja yang mengantongi sertifikat Geopark Nasional, melainkan juga ada empat geopark lainnya. "Selain Tambora, KNGI juga menetapkan empat Geopark Nasional yg baru yaitu Geopark Raja Ampat ( Papua Barat), Geopark Danau Toba, Geopark Belitong dan Geopark Bojonegoro," beber salah satu putra terbaik Dompu ini.
Lanjut pria yang juga menjabat sebagai General Manager (GM) GGT ini, sertifikat tersebut tidak diperoleh tanpa keringat dan perjuangan. Melainkan didahului berbagai proses.
"Untuk menjadi Geopark Nasional, GGT telah melewati proses seleksi yang cukup panjang dari tim penilai baik unsur Kementerian, perwakilan UNESCO, dan sejumlah pakar Geopark," ungkap pria ramah ini.
Awal mula, Dokumen Usulan (Dossier) GGT mulai diajukan 2 tahun lalu. Selain itu, Pemda juga terus melakukan proses pemantapan dan pengolahan secara maksimal. Sehingga pada 31 Oktober 2017 diundang untuk melakukan presentase di Jakarta.
"Setelah presentase di Jakarta, selanjutnya kami menerima kunjungan lapangan tim assesor Badan Geologi pada 10-12 November 2017 yang lalu. Dan sekarang kita kantongi hasil yang sangat memuaskan," ujarnya.
Melihat kelengkapan dokumen dan pemantapan lapangan yang dilakukan, Ridwan mengaku sejak awal sangat optimis Gunung Tambora akan menjadi Geopark Nasional. Hal ini dikarenakan kawasan Gunung Tambora tidak hanya memiliki potensi keragaman geologi yang luar biasa, tetapi juga potensi keragaman hayati dan keragaman budaya.
"Apabila potensi ini kita kelolah dengan baik, akan membawa manfaat yang luar biasa bagi masyarakat setempat," yakinnya.
Tidak hanya potensi alam Gunung Tambora, komitmen pemerintah daerah menjadi salah satu kunci kesuksesan geopark yang memiliki tagline " the most historical erruption in th world" sukses menjadi menjadi Geopark Nasional.
"Point terpenting lainnya adalah komitmen penuh dari Bapak Gubernur TGH. M. Zainul Majdi serta jajaran Pemerintah Provinsi NTB, dukungan kuat dari pemerintah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu serta seluruh masyarakat," tegas Ridwan.
Keberadaan GGT kata dia, tidak hanya konsen dalam konservas dan edukasi. Namun juga dalam rangka mensejahterakan dan menumbuhkan  ekonomi lokal. "Peningkatan ekonomi masyarakat misalnya melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kegiatan ecotourism dan agrowisata," tuturnya.
Hal penting lain dengan dianugrakhannya GGT menjadi Geopark Nasional, menjadi salah satu kado terindah untuk NTB di HUT yang ke 59 pada 17 Desember nanti. Sebagaimana diketahui, NTB menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki dua Geopark.
"Keberhasilan Tambora sebagai Geopark Nasional adalah kado ulang Tahun ke 59 Provinsi NTB 17 Desember 2017 dan kedepan kita akan dorong Tambora menyusul Geopark Rinjani menjadi Unesco Global Geopark," pungkas pria yang srlalu semangat dalam bekerja ini. (KB-06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.