Penataan Pelabuhan Bima, Masih Menunggu Amdal - Kabar Bima

Penataan Pelabuhan Bima, Masih Menunggu Amdal

Kota Bima,KB.- Perencanaan Penataan dan Perluasan Kasawan area Pelabuhan Bima oleh PT. Pelindo III Cabang Bima masih menunggu ijin Amdal. "Untuk Pengembangan area pelabuhan Bima kita masih menunggu Amdal,"ujar Humas Pelindo III Cabang Bima Baidatun Fauziah, Kamis (02/11/2017) pada Kabar Bima. 

Humas Pelindo Baidatun Fauziah saat diwawancara.
Kata dia, di Kota Bima yang pertama kali mengajukan ijin pembuatan Amdal hanya PT. Pelindo III Cabang Bima. Dan Amdal ini kata dia, untuk perluasaan dan penataan area pelabuhan Bima dengan empat item pekerjaan, yakni pembangunan Terminal Moderen, Pengembagan Dermaga, Perbaikan Jalan area pelabuhan dan penyediaan Fasilitas Peti Kemas. 

"Jadi Amdalnya nanti jadi satu paket,"jelas Humas Pelindo III Cabang Bima. 

Dikatakannya, dari keempat item itu, hanya satu yang pasti akan dikerjakan tahun 2018 mendatang nanti, yaitu pembangunan terminal moderen. 

"Pembanguan terminal moderen sudah pasti akan dikerjakan tahun depan,"tutur wanita berparas hitam manis ini. 

Dia mengatakan, untuk pembuatan Amdal Pelindo III Cabang Bima, pelaksanaannya langsung di kementrian. Kenapa demikian? karena memang Tim Amdal Kota Bima belum ada. Disinggung soal batas lahan pelindo di wilayah kelurahan Tanjung, kata dia, batas lahan Pelindo yakni, Cabang SMK I Kota Bima, ke utara Jembatan Melayu, Selatan sebelum TPI dan sebelum Kantor Lurah Tanjung Kota Bima. 

Sementara itu, terkait isu penggusuran yang heboh di perbincangkan oleh warga Kelurahan Tanjung baru-baru ini, itu belum pasti. Karena ini masih dalam tahap perencanaan, belum ke arah penggusuran.  

"Kita baru tahap perencanaan, dan belum ke arah penggusuran,"katanya. 

Penggusuran itu lanjut dia, bisa saja jadi dilaksanakan dan bisa juga tidak, karena pihak Pelindo masih menunggu ijin Amdal. 

"Kalaupun jadi, kemungkinan ada sebanyak 1.500 Kepala Kelurga (KK) yang akan digusur,"pungkasnya. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.