Soal Bibit Jagung Busuk, Belasan Aktivis Nyaris Dihakimi Pegawai Pertanian - Kabar Bima

Soal Bibit Jagung Busuk, Belasan Aktivis Nyaris Dihakimi Pegawai Pertanian

Bima, KB.- Belasan Aktivis Bima yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Bima nyaris dihakimi puluhan pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Selasa (14/11) Pukul 09. 30 Wita. Keributan antara aktivis dan pegawai tersebut, dipicu sikap aktivis yang mengamuk di ruang rapat saat beraudensi dengan kepala dinas, sekretaris dinas dan beberapa kabid serta puluhan staf. 

Belasan Aktivis saat dikepung puluhan pegawai.
Pantauan langsung Kabar Bima, Pada pertemuan yang membahas masalah bibit jagung yang tidak layak tersebut, salah seorang aktivis membanting kursi lantaran dinas tidak bisa menghadirkan perwakilan dinas provinsi dan pihak ketiga selaku pemenang tender pengadaan bibit jagung.

Kekesalan dan kekecewaan yang diperlihatkan seorang aktivis tersebut, membuat sejumlah pegawai emosi dan berusaha mengeroyok belasan aktivis. Aksi saling lempar kursi pun tidak bisa terhindarkan dan nyaris terjadi baku pukul. Ketegangan tersebut berlangsung selama lebih kurang 20 menit.

"Kemarin kan sudah janji akan menghadirkan orang dari propinsi termasuk pemenang tender pengadaan bibit jagung," teriak Usman S.Pd.I lantang. 

Aktivis ini juga menegaskan agar dinas tehnis tidak melempar kesalahan pada pihak Propinsi semata. Menurutnya, pengadaan bibit bisa datang di Bima karena ada persetujuan pihak Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati Hj. Indah Damayanti Putri. 

"Kok petani dan kami mau dikebiri kiri kanan. Ini jaman tekhnologi, kami tidak bisa ditipu dan dipermainkan oleh pemerintah. Dimana nurani kalian membuat petani merasa dirugikan," teriaknya lagi. 


Pada saat ketegangan berlangsung, salah seorang pegawai mengatakan kepada aktivis, jika kalau ingin datang audensi harus menghargai pegawai yang sudah mau menerima dan melayani, tentu dengan cara-cara yang sopan. 

"Kalau datang untuk ribut sebaiknya kalian pulang, tetapi kalau datang untuk beraudensi, pakai etika dan harus sopan. Hargai dong kami disini, apalagi saat audensi ada kepala dinas, masa banting-banting kursi," tuturnya.

Kericuhan mereda setelah Sekretaris Pol PP Kab. Bima, Drs. Abdul Muis turun tangan. Ia berjanji akan fasilitasi masalah tersebut agar mendapatkan hasil mufakat yang baik. Setelah ketegangan berakhir, barulah terlihat beberapa anggota polisi bersenjata lengkap memasuki kantor Dinas Pertanian. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.