Diduga Pihak SDN 55 dan SDN 61, Juga Tarik Uang Sampul Rapor - Kabar Bima

Diduga Pihak SDN 55 dan SDN 61, Juga Tarik Uang Sampul Rapor

Kota Bima, KB.- Setelah terjadi di SDN 11 Kota Bima, kini kasus serupa yakni, kasus Penarikan uang sampul rapor, juga kembali terjadi di SDN 55 Kota Bima dan SDN 61 Kota Bima. Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarbima.com, bahwa kedua sekolah yang disebutkan itu, diduga telah melakukan Pungutan Liar (Pungli)  dengan jumlah angka yang bervariasi yakni berkisar antara Rp.35 ribu -Rp.50 ribu persiswa.

Menindak lanjuti dugaan Pungli tersebut, Kepala SDN 55 Kota  Bima, Nurfatuh S.Pd, yang dikonfirmasi kabarbima.com melalui selulernya membantah adanya pungutan itu.


"Kami tidak pernah melalukan pungutan kepada siswa,"elaknya.

Hanya yang diakuinya, bahwa pihaknya memang berencana akan mengumpulkan uang kepada masing-masing siswa sebesar Rp.35 ribu untuk pembelian sampul rapor kepada salah seorang pimpinan media.

"Kita baru merencanakan pengumpulan uang kepada siswa untuk pembelian sampul rapor itu,"kilahnya.


Sambung dia, sampul rapor itu hanya untuk siswa yang berlajar menggunakan Kurikulum 13 (K13) saja. "Jadi bukan untuk semua siswa,"akunya.

Dijelaskanya, kalaupun memang ada pihak sekolah yang menyuruh mengumpulkan uang, itu bukan buat sekolah, ataupun buat pribadi guru, tapi itu untuk siswa.

"Jadi rencananya, uang yang dikumpulkan itu untuk membeli sampul rapor. Dan sampul rapor itu nanti akan terus dipakai oleh siswa selama menjadi murid di SDN 55 Kota Bima. Jadi uang itu dari siswa dan untuk siswa,"jelasnya.

"Untuk lebih jelasnya lagi tunggu saya pulang dari luar kota,"tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN 61 Kota Bima, Nariman S.Pd membenarkan adanya penarikan uang kepada masing-masing siswa sebesar Rp. 50 ribu untuk pembelian sampul rapor.

"Benar disini ada penarikan uang, tapi itu yang lebih tahu guru wali kelasnya,"ujar Kepsek.

Tapi penarikan itu kata dia, bukan untuk seluruh siswa, tapi hanya untuk kelas satu saja yang masuk pembelajaran K13. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.