Oknum Kepala Sekolah Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Siswi - Kabar Bima

Oknum Kepala Sekolah Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Siswi

Bima, KB.- Dunia Pendidikan kembali tercoreng dengan ulah oknum guru yang nota bene sebagai pendidik generasi bangsa. Kali ini, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswa terjadi di SDN Inpres Rababuntu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Illustrasi
Seorang oknum kepala sekolah berinisial IS diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya, sebut saja Bunga (Bukan nama sebenarnya), pada Rabu (13/12/2017) lalu. 

Salah seorang guru yang meminta namanya tidak disebutkan ini, membeberkan ulah oknum guru yang "berotak mesum" tersebut. Menurutnya, kasus pelecehan terhadap Bunga terjadi pada saat jam sekolah, Rabu pagi.

"Saat itu, Bunga diperintahkan oleh pelaku untuk membersihkan ruangan kepala sekolah, karena setelah kepala sekolah mengundurkan diri, IS menjadi pejabat sementara menggantikan kepala sekolah (Plt). Saat bunga masuk ke ruangan kepala sekolah untuk membersihkan ruangan, IS kemudian menyusul masuk," ceritanya kepada kabarbima.com Jumat, (15/12/2017).

Lanjutnya, Pelaku kemudian menyusul siswinya yang mengambil sapu yang tersimpan di dalam WC ruangan ruangan kepala sekolah. Saat korban mengambil sapu di WC, IS langsung masuk dan melancarkan aksinya. Dengan leluasa, pelaku melakukan tindakan pelecehan terhadap Bunga yang diketahui duduk di kelas V tersebut.

"Karena korban lama berada di dalam ruangan itu, teman-teman korban memanggil dari luar untuk segera keluar. Saat keluar dari ruangan kepala sekolah, teman-temannya melihat Bunga menangis sambil mengusap air matanya. Bunga kemudian pulang sambil menangis dan melaporkan ke orang tuannya," ceritanya lanjut.

Melihat bunga yang menangis, ibu guru tersebut mendatangi Bunga dan menanyakan penyebab dia menangis. Namun jawaban korban, bahwa dirinya tidak mau lagi sekolah disitu.

"Berdasarkan cerita Bunga, saat berada diruangan kepala sekolah, mengikuti bunga masuk ke WC, kemudian pelaku memeluk dan mencium korban. Pelaku memeluk dari belakan kemudian dari depan lalu menciumnnya. Bahkan pelaku sempat mencium bibir bunga," tandasnya.

Hari itu juga, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke KUPD Dikpora Kecamatan Bolo. 

Sementara itu, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Bolo. H. Ahmad M.Pd yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Hal itu diketahuinya setelah menerima laporan dari keluarga siswi pasca kejadian.

"Memang ada dugaan kasus pelecehan seksual itu. Saya mengetahuinya setelah menerima laporan dari keluarga korban," akunya sambil menghindari pertanyaan lanjutan dari wartawan.

Ditanya bagaimana kronologis kejadian itu, H. Ahmad malah beralasan tidak bisa mendengar pembicaraan dengan wartawan kabarbima.com. Dia beralasan sedang menyetir mobil. Namun dia berjanji akan menghubungi kembali. Setelah ditunggu-tunggu tidak dihubungi kembali. Wartawan pun mencoba menghubunginya kembali, dan upaya itu berhasil.

Dirinya mengaku telah memanggil oknum tersebut, dan IS sudah mengaku perbuatannya itu namun hanya sebatas memegang tangan dan memeluk korban. 

"Sudah kita terima laporan, dan sudah dilakukan upaya damai dengan pihak keluarga, hanya saja pihak keluarga menolak untuk berdamai," akunya.

Dirinya juga mengaku memberikan pertimbangan kepada pihak keluarga korban, jika masalah itu terus dilanjut, maka akan bendampak pada nama baik dan nasib korban kedepannya. Sehingga dirinya menawarkan agar masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

IS yang dikonfirmasi kabarbima.com pun mengakui perbuatannya, namun perlakuannya tersebut sebagai bentuk kecintaannya terhadap siswa yang dikenalnya rajin dan pintar itu.

"Pada waktu itu saya memang menyuruh sapu ruangan, karena dia langsung mengiyakan, makanya saya peluk. Dia tidak saya cium, tapi mulutnya hanya kena tangan saya. Memang saat itu tidak ada orang yang melihat," akunya.

Dia mengaku memeluk korban, karena sayang kepada korban. Menurutnya, anak itu rajin dan tidak seperti anak lainnya. Sehingga dia menganggap seperti anaknya sendiri. "Saya peluk dan cium karena saya anggap anak, bukan karena ada tujuan lain," jelasnya mengaku mencium.

Setelah menceritakan itu, IS meminta kepada wartawan kabarbima.com untuk tidak menaikan berita masalahnya itu, karena sebentar lagi dia mau dilantik sebagai kepala sekolah.

"Tolong bantu saya, karena ini menyangkut nama baik saya, apalagi saya sebentar lagi mau dilantik," pintanya.

Dirinya pun menawarkan sejumlah uang, agar wartawan tidak menulis berita tentangnya.
"Saya ada uang Rp. 3 juta buatmu, asal kamu jangan menulis berita itu," ucapnya membujuk.

Namun bujukan tersebut tidak meluluhkan hati wartawan untuk tidak menulis berita. Karena tidak berhasil membujuk wartawan, dirinya menggunakan tenaga keluarganya untuk membujuk wartawan. Tiba-tiba wartawan ditelepon oleh kerabat IS yang mengaku memiliki teman seorang wartawan.

"Ada uang Rp.15 juta sama saya, asal jangan menulis berita," tutur lelaki yang diketahui berinisial SKD itu saat menelpon wartawan kabarbima.com

Namun bujukan dari SKD itu tidak berhasil juga. Sehingga dirinya balik mengancam wartawan kabarbima.com jika menulis berita.

"Apa bisa dibuktikan kalau IS melakukan perbuatan itu?. Saya tunggu berita itu naik, dan kamu harus bertanggung jawab atas berita itu, karena ada unsur pencemaran nama baik jika berita itu naik," ancamnya.

Untuk sementara waktu, IS diperintahkan untuk berkantor di kantor UPTD Dikpora Kecamatan Bolo, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (KB-01)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.