Pembangunan Rumah Pantau Banjir Diprotes Warga - Kabar Bima

Pembangunan Rumah Pantau Banjir Diprotes Warga


Kota Bima,KB.- Pembangunan Rumah Pantau Banjir (RPB) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, yang berada di wilayah Kelurahan Dara Kota Bima, menuai protes dari beberapa warga setempat. Sebab, pembangunan RPB tersebut dibangun di atas lahan tanah kuburan atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tolo Dara.
"RTB kok dibangun di atas lahan kuburan. Sementara lahan kuburan itu sangat penting bagi masyarakat Kelurahan Dara dan Kelurahan Paruga, yaitu untuk pemakaman terakhir keluarga yang meninggal,"sorot sumber yang meminta namanya tidak disebutkan dalam berita.
"Kalau BPBD ngotot memakai lahan itu untuk pembangunan RPB, BPBD harus menggantinya dengan lahan lain. Kami menolak keberadaan RPB itu, "tegasnya.

Kalau lahan itu dipakai untuk pembanguna RPB, mau dikubur dimana masyarakat nanti, sementara TPU Tolo Dara ini sudah hampir penuh. Sekarang lahannya malah diambil lagi.
Sementara itu, Pihak BPBD Kota Bima, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Imawan mengatakan, soal pemabanguna RPB pihaknya sudah melakukam sosialisasi dengan lurah dan warga. Dan pada saat sosialisasi pihaknya juga sudah menjelaskan kepada warga, bahwa Rumah Pantau Banjir (RPB) itu multi fungsih. Termasuk untuk tempat evakuasi warga ketika banjir.

Lanjut dia, untuk anggaran pembangunanya langsung dari BNPB pusat, BPBD Kota Bima hanya memantau pelaksanaan pembagunannya. Sementara itu, untuk proses pembangunannya dilakulan dengan cara gotong royong.
"Selain untuk evakuasi korban banjir, RPB juga berfungsi untuk penyimpanan alat-alat pemakaman kuburan dan masih banyak fungsi lainnya lagi,"ungkapnya. Kenapa RPB dibangun di wilayah Kelurahan Dara?, Dikatakannya, karena disitu tempat yang pas untuk memantau banjir. "Disitu merupakan tempat startegis untuk pemabangunan RPB karena disitu dekat dengan sungai,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Dara Kota Bima, Bukhari S.Sos yang dikonfirmasi kabarbima.com mengatakan, Soal RPB itu pihaknya bersama BPBD dan masyrakat sudah melakukan sosialiasi beberapa kali dan tidak ada warga yang protes apalagi menolak keberadaan RPB disitu. "Kami sudah melakukan sosialiasi dengan warga dan tidak ada yang protes apalagi menolak,"jelas Bukhari.

Pantauan wartawan kabarbima.com RPB sudah hampir finising dan tinggal menunggu peresmian. (KB-04).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.