Pemeran Video Mesum Ternyata Pegawai Pemkot Bima - Kabar Bima

Pemeran Video Mesum Ternyata Pegawai Pemkot Bima

Kota Bima, KB.- Pemeran dalam video mesum yang beredar di Kota Bima beberapa hari lalu, ternyata pegawai Pemerintah Kota Bima. Setelah ditelusuri, pemeran dalam video mesum yang berdurasi 1 menit 3 Detik itu diperankan oleh seorang pegawai Honorer K2 dan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Bima.

Kedua pegawai tersebut diketahui berinisial HJ Janda 1 anak yang bekerja di Dinas Perhubunganan Kota Bima dengan status pegawai Honorer K2, bersama seorang laki-laki bujang inisial SUY yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada dinas Kominfo Kota Bima.

Video adegan mesum tersebut diabadikan oleh SUY di rumahnya. Karena terlihat pula ruangan tamu sebuah rumah dalam video tersebut. 

Dalam Video tersebut memang tidak nampak wajah SUY yang mengambil gambar, tetapi wajah HJ terlihat dengan jelas. Setelah diwawancara, HJ mengaku bahwa video mesum tersebut dilakukannya bersama SUY di Rumah SUY.

"Video itu dishuting sama SUY di Rumahnya. SUY Bekerja di Dinas Kominfo Kota Bima. Video itu pun diambil tanpa sepengetahuan saya," aku HJ kepada kabarbima.com.

Sementara itu, SUY yang dikonfirmasi mengakui video tersebut diabadikan olehnya. Namun tidak ada niat lain dibalik pengambilan video tersebut, karena itu hanya iseng.

"Itu di rumah saya. Saya ambil video karena iseng aja. Karena saya lihat lucu saja sikap HJ yang melakukan itu sambil berbicara menggunakan handphone. Makanya saya iseng shuting," akunya.

Saat ditanya, video yang berdurasi 3 menit 39 detik apakah videonya juga dan diambil dimana, SUY mengelaknya. 


"Itu bukan video kami, itu film," elaknya meskipun dalam video tersebut ada percakapan bahasa bima.


Dalam Video berdurasi 1 menit 3 detik, terdengar percakapan HJ dengan seseorang melalui handphone menggunakan bahasa Bima. "Hehehhe, ku ne'e ku ngoasi mada re telfon kaiku re. ku neera ngoa ncihi ra ganggu mada, ncihira hanu mada, nggahi mada, santoi-ntoina. Kone cepe nomor mada re aina ra palinga, Ka ne'e ngoa kandede pala wati hantana, (Saya telepon dia karena ingin menyampaikan agar jangan lagi menghubungi saya untuk selamanya. Meskipun saya ganti nomor ndak usah dicari-cari nomor saya. Namun telepon saya tidak diangkat)". (KB-01)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.