Baiq Diyah Ratu Ganefi Kunjungi Pemukiman Kusta di Bima - Kabar Bima

Baiq Diyah Ratu Ganefi Kunjungi Pemukiman Kusta di Bima

Bima, KB.- Baiq Diyah Ratu Ganefi, S.H. merupakan incumbent yang kembali terpilih sebagai anggota DPD RI perwakilan Provinsi NTB periode tahun 2014-2019. Wanita tangguh yang menjadi Anggota DPR RI Tiga (3) periode ini dikenal suka berinteraksi langsung dengan masyarakat bawah.

Saat menghadiri kegiatan Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI)  di Kota Bima, Kamis (22/2/2018) tadi, Wanita yang biasa disapa Baiq Diyah ini menyempatkan diri mampir di pemukiman penderita penyakit Kusta di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Setelah Tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Baiq Diyah bertolak menuju Kota Bima. Tetapi sampai di Desa Panda, Mobilnya langsung menuju pemukiman warga yang berada tepat di belakang Kantor KPU Kabupaten Bima. Di Pemukiman Kusta tersebut, terdapat puluhan warga sekaligus penderita Kusta dan yang sudah kembali normal. Namun mereka terkesan minim sentuhan. 

Pantauan langsung kabarbima.com, sekitar 20 orang lebih warga ditempat itu merupakan penderita penyakit kusta dan sebagian besarnya sudah sembuh, namun masih tersisa beberapa orang yang masih mengidap penyakit itu.

"Awalnya, jumlah penderita kusta disini banyak, mencapai belasaan orang. Ada yang sudah meninggal dan hanya kita yang tersisa. Namun saat ini tinggal 6 orang saja, dan itupun sudah berangsur membaik. Bahkan sudah ada warga lain yang menetap bersama kami, karena ada anak dan cucu yang sudah menikah dan tinggal bersama kami, karena sudah tidak ada lagi yang tertular penyakit ini," ujar Abubakar.

Ada dua harapan mereka terhadap pemerintah Kabupaten Bima, pertama meminta tanah yang mereka tempati saat ini untuk dihibahkan kepada mereka. Sebab mereka ingin jasad mereka setelah meninggal nanti juga dikuburkan disana agar makamnya bisa dikunjungi oleh kelurga, serta tanah tersebut bisa jadi ahli waris anak cucunya.

"Kita berharap tanah ini dihibahkan ke kami, karena saat ini kami sudah punya anak dan cucu,"ujarnya.

Yang kedua, dirinya berharap kepada pemerintah untuk mengembalikan bantuan beras miskin untuk mereka seperti jumlah sebelumnya. 

"Sekarang kita hanya menerima bantuan beras 5 Kg untuk satu orang perbulannya, itupun kita terima 1 kali dalam dua bulan. Sebelumnya kita menerima 10 Kg perorang. Kami tidak tahu kenapa jumlahnya sekarang berkurang," bebernya.

Saat itu, Wanita yang lahir di Mataram, tanggal 20 Oktober 1963 yang berprofesi sebagai pengusaha dan politisi ini, memberikan bantuan kepada belasan warga yang menyambutnya. Dirinya sempat bertanya-tanya dan berfoto bersama dengan warga yang kurang perhatian perlakuan tersebut.

Melalui wartawan, baiq Diyah berpesan kepada pemerintah daerah untuk memperharikan keberadaan mereka. Dirinya berharap dinas terkait tidak tutup mata, karena penyakit mereka bisa disembuhkan dalam kurun waktu sekitar 6 bulan. Dirinya mendesak pemerintah daerah memberdayakan mereka melalui usaha pertanian dan peternakan, dan rutin untuk melayani mereka dibidang kesehatan, peningkatan kesejahteraan mereka dari sisi pemberian bantuan berupa sembako dan perhatian lainnya.

"Dinas terkait tidak perlu menunggu intruksi Bupati. Harus tahu tupoksinya. Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial harus bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup mereka.  Kenapa rumah mereka yang kumuh ini tidak diperbaiki melalui program bedah rumah. Kenapa pekarangan tempat mereka tinggal ini tidak dihibahkan saja," tuturnya.

Baiq Diyah  berjanji akan membicarakan lebih lanjut dengan sejumlah pihak terkait masalah itu, termasuk kepada Bupati Bima. “Insya Allah, saya akan  membicarakan hal ini dengan Bupati Bima. Kemungkinan pemerintah lupa soal mereka ini, jadi wajib hukumnya kita ingatkan,” terangnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.