Doro Tabe, Replika Atap Senayan - Kabar Bima

Doro Tabe, Replika Atap Senayan

Geopark Tambora,  KB. - Pasca letusan dua abat lebih lalu, Gunung Tambora yang kini menjadi Geopark Tambora tidak henti-henti menyuguhkan keindahan. Sebut saja dari unsur geologi, seperti cindercone atau kerucut cinder. 

Setidaknya kurang lebih 40 cindercone  ada di kawasan seluas 2.310 km yang kini menjadi Geopark Tambora. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seperti Cindercone Doro Ncanga, dan diberi nama Doro Tabe.

Menejer Geologi Geopark Tambora, Alpiana mengakui keindahan Doro Tabe. Keindahan  Doro Tabe mulai terlihat dari kejauhan saat melintasi jalan litas Tambora bagian Selatan.  Lebih  terlihat bagus dan indah jika tepat berada di kaki Doro Tabe. 
“Kalau dari Jauh sudah terlihat bagus. Apalagi dari dekat,”  ujarnya saat  turun langsung ke Doro Tabe. 

Benar saja. Semakin dekat, Doro Tabe semakin terlihal lebih bagus. Lanjut Alpiana, bagian puncak  yang melengkung, terlihat seperti kembaran atap gedung DPR RI. Ada dua bukit yang terlihat melengkung sama besar. Ditengah-tengah bukit tersebut terbelah oleh pemohonan yang sangat hijau.

“Sepintas kita melihat seperti replika atap gedung senayan kan? Ini bukti khasanahnya geologi Geopark Tambora,” ujar wanita ramah ini.

Tidak hanya pemandangan Doro Tabe saja yang indah. Ketika berada di bukit, pemandanga bagian selatan Doro Tabe tidak kalah indah. Terlihat hamparan Padang Savana Doro Ncangan yang luas dengan ribuan hewan ternak yang berkeliaran. Ditambah pemandangan laut melengkapi keindahannya.

“Pokoknya kalau tidak ke sini, rugi. Pokoknya rugi sudah,” tegasnya.

Alpiana  menjelaskan, Doro Tabe diperkirakan terbentuk sekitar 400 hingga 9.400 tahun lalu. Pembentukannya akibat aktivitas vulkanik disekitar saluran magnetik tunggal. 

“Ketinggian atau elevasi cindercone di kawasan Geopark Tambora tidak lebih dari 1000 mdpl” jelasnya.

Bukan hanya Daro Tabe saja yang terlihat bagus. Pemandangan yang disuguhkan selama perjalanan ke Doro Tabe juga luar biasa indahnya. Hewan ternak yang dilepas bebas berkeliaran. Terdapat berbagai manacam pohon endemik seperti loka, sarume maju dan lainnya.

“Sudah pemandangan Doro Tabe yang bagus. Pemandangan selama perjalanan menuju ke sana juga indah,”  ujar Makdi Sari, Menejer Biodiversity Geopark Tambora.

Tidak hanya itu, kicauan saling sahut dari berbagai macam burung menjadi musik alami yang menemai sepanjang jalan menuju Doro Tabe.  

“Kita akan disuguhi bunyi suara burung yang indah. Bahkan jika beruntung, kita kadang bisa melihat kijang walau dari jauh,” kata gadis asal Kempo, Kabupaten Dompu ini.

Karena keindahan pemandangan ini, Doro Tabe diyakini bisa menghipnotis para pengunjung. Hamparan luas padang savana, menjadi nilai tambah. Tinggal bagaimana menyulap agar laku dijual kepada wisatawan. Baik wisata alam, budaya maupun edukasi. 

“Kami yakin, Doro Tabe akan menjadi favorit bagi pengunjung yang berkunjung ke Tambora setelah ditata secara maksimal nantinya,” tambah Amirulmukminin, Menejer Kebudayaan dan Pemberdayaan Masyarakat Geopark Tambora.  

Untuk itu, pria yang akrab disapa Amir ini mengajak masyarakat dan peternak yang lebih banyak beraktvitas di kaki Doro Tabe, untuk sama-sama menjaga Doro Tabe. Baik keberlangsungan flora maupun faunanya. 

“Kita harus menjaganya. Harus sama-sama. Tidak bisa hanya satu dua kelompok saja. Tapi kita semua,” jelasnya.

Dia yakin, banyak aktivitas yang bisa dilakukan jika Doro Tabe sudah berkembang.

“Nanti, bisa kita tawarkan lebih banyak aktivitas ekonomi. Misalnya kita bisa buka lapak bagi wirausaha baru. Dibuatkan tempat parkir yang layak. Wisata kuda, dan masih banyak yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, peternak yang sering beraktivitas disekitar kawasan Doro Tabe menyambut bahagia dimasukannya Doro Tabe sebagai salah satu geosite Geopark Tambora. 

“Jika benar ini nanti jadi tempat wisata. Kami sangat senang. Sambil menjaga ternak, ada kerjaan tambahan,” ujar Dae Wan kepada Dewan pelaksanan Geopark Tambora. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.