Farouk Minta Masyarakat Jaga Stabilitas Daerah - Kabar Bima

Farouk Minta Masyarakat Jaga Stabilitas Daerah

Kota Bima, KB.- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irjen Polisi (Purn) Prof.DR. Farouk Muhammad, Rabu (23/5/2018) sore, melaksanakan kegiatan safari Ramadan 1439 Hijriah di Kota Bima sekaligus buka puasa bersama.

Kegiatan safari Ramadhan tersebut dilaksanakan di Komodo Cafe Kota Bima, dan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh lurah se Kota Bima.

Faruk dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Kota Bima agar saling menghormati dan menjaga stabilitas politik. Karena di Bima sekarang sedang dihadapkan dengan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima periode 2018-2023.

"Saya minta agar masyarakat bisa saling menjaga kerukunan, biar bisa terhindar dari perselisihan antara pendukung,"kata mantan Kapolda NTB ini.

Kata Faruok, dirinya bersama sejumlah rekannya  anggota legislatif serta Mendagri dan Menteri Keuangan di pusat terus gigih memperjuangkan dana desa. Buktinya, anggaran itu telah terealisasi tiga tahun dan sudah disalurkan kepada  78.000 desa di seluruh Indonesia.

"Rata-rata sekitar 1 miliar per desa. Dewasa ini para Kades dan perangkat desa terjamin kesehatannya dalam melaksanakan fungsi,"ujarnya.

Demi terlaksananya fungsi pengawasan, perlemen memantau program pemerintah khususnya berkaitan pelaksanaan program pekerjaan umum dan perumahan rakyat serta  program Bulog.

Sebagai duta masyarakat NTB di Senayan, Farouk mengaku telah berbuat lebih dari sekadar  senator dengan memberikan sejumlah kontribusi nyata pada percetakan dan pencepatan pembangunan di NTB. "Hal tersebut tidak terlepas dari hubungan baik dengan para pejabat pusat"ujarnya.

Perjuangan Farouk berupa dukungan percetakan pembangunan fisik di antaranya,meliputi pembangunan Bendungan Pandan Duri di Lombok Timur dan Raba Baka Kompleks di Dompu, Aman 3 di Sape Kabupaten Bima .

Diakui Farouk, dewasa ini sebagai wakil Ketua DPD RI bersama Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten  juga ikut mendorong keberhasilan pembangunan kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah, pembangunan pelabuhan internasional di Khayangan Kabupaten Lombok Utara. Selain itu mendorong perwujudan penambahan daya listrik serta pengembangan sentral bawang merah di  Kabupaten Bima.

Sebelumnya, Farouk telah mengabdi lebih dari 40 tahun kepada negara dan bangsa Indonesia. Kemudian kini didaulat untuk mengakhiri pengabdiannya di daerah  dilahirkan.

"Seperti kata bijak, lebih baik kembali menanam mawar di kampung halaman sendiri," katanya.

Bagi Farouk berbuat baik bagi banyak orang bukan saja bagian dari ibadah tapi merupakan kebahagiaan batin yang terkesan dalam hidupnya. Selama ini kata farouk dirinya dikenal sebagai pribadi yang baik hati dan peduli pada kaum dhuafa, yatim piatu,buruh tani/nelayan tidak mampu dan guru-guru swasta yang memperoleh honor yang tidak layak dari negara termasuk marbot dan guru-guru ngaji serta pengelola pendidikan swasta berbasis agama Islam.(KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.