Penggunaan Alat Kontrasepsi di Bima Meningkat - Kabar Bima

Penggunaan Alat Kontrasepsi di Bima Meningkat

Bima, KB.- Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sebagai program dasar pembangunan yang berbasis keluarga menjadikan keluarga sebagai sasaran utama. Di Kabupaten Bima, program ini pun berjalan sukses, dengan banyaknya masyarakat yang masuk dalam program tersebut.

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 24 April 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bima menggelar rapat koordinasi terkait pengelolaan program KKBPK tingkat Kabupaten Bima.

"Rapat koordinas tersebut diikuti 80 peserta dari KUPT dan PL KB  se Kabupaten Bima. Acara dipimpin langsung kepala dinas," ujar Kabid Informasi dan Pengolahan Data (IPD), Drs.  Hafid kepada kabarbima.com, Senin (14/05/2018) saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Hafid, pada saat itu,  Kepala DP3AP2KB, Drs. Aris Gunawan menyampaikan tentang program KKBPK dan penetapan peserta KB baru, dengan Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) di masing-masing kecamatan se Kabupaten Bima.

"Dari penetapan PPM tersebut, peserta KB baru tahun 2018 di masing-masing kecamatan sebanyak 10.491 aceptor (Peserta)," jelasnya.

Penetapan PPM sebanyak itu, terdiri dari IUD sebanyak 1.036 aceptor, Medis Operasi Pria (MOP) sebanyak 55, Medis Operasi Wanita (MOW) sebanyak 4, Implan sebanyak 3.576, Suntik sebanyak 5.283, Pil sebanyak 432 dan Kondom sebanyak 105. 

"Dari penetapan tersebut, saat dilakukan evaluasi, capaian sejak Januari hingga Maret 2018 sudah mencapai 23,18 % atau sebanyak 2.432 dari penetapan atau target sebanyak 10.491," beber Hafid.

Capaian tersebut terdiri dari,  IUD sebanyak 191 aceptor, Medis Operasi Pria (MOP) sebanyak 13, Medis Operasi Wanita (MOW) sebanyak 9, Implan sebanyak 835, Suntik sebanyak 1.231, Pil sebanyak 125 dan Kondom sebanyak 22. 

"Kecamatan yang mendominasi adalah kecamatan Madapangga dengan capaian sebesar 46,72 % selama 3 bulan, dan kecamatan yang terendah adalah kecamatan Sape dengan capaian 11,23%," sebutnya. 

Selanjutnya, untuk peserta KB Aktif terhitung sejak januari hingga Maret sebanyak 73.386 aceptor atau sebanyak 79,60 % dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 92.196 PUS.  Yang tertinggi peserta KB aktifnya ialah Kecamatan Lambu dengan peserta sebanyak 87,64 % dari jumlah PUS sebanyak 7.507 PUS. Sedangkan yang teredah adalah Kecamatan Donggo dengan jumlah sebanyak 2.796 PUS atau 70,09 % dari PUS 3.984.

Selain Penetapan PPM dan Evaluasi jumlah peserta KB aktif, pada saat itu juga membahas tentang pencapaian kambung KB. Di tahun 2017 lalu sudah ditetapkan sebanyak 19 Dusun di masing-masing kecamatan sebagai kampung KB.

"Tahun 2018 ini, akan ditetapkan masing-masing 1 Kampung KB untuk 10 Kecamatan, diantaranya Kecamatan, Sanggar, Tambora, Donggo, Soromandi, Parado, Wera, Ambalawi, Sape, Lambu dan Langgudu," sebutnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.