Kades Belo Boikot Jalan Masuk Ke SMKN 10 Bima - Kabar Bima

Kades Belo Boikot Jalan Masuk Ke SMKN 10 Bima

Bima, KB.- H. A. Latif H.M.Ali, SH, Kepala Desa Belo Kecamatan Palibelo memboikot jalan masuk menuju salah satu sekolah yang ada di Desa Belo Kecamatan Palibelo, yaitu SMKN 10 Bima. Kepala Desa ini memboikot (Blokir) jalan menuju sekolah tersebut menggunakan Batu.

Jalan masuk menuju SMKN 10 Bima yang diblokir Kepala Desa.
Pemblokiran jalan tersebut dilakukan oleh Kades ini, karena di jalan tepatnya pintu masuk ke  sekolah tersebut adalah tanah milik dia.

Pantaun wartawan ini, akibat pemblokiran tersebut, para siswa-siswi SMKN 10 Bima, sulit untuk masuk ke sekolah tersebut karena banyaknya batu-batu besar yang menghalangi jalan mereka untuk masuk ke sekolah. Bahkan sebagian dari merekapun ada yang pulang.

Furkan, warga Desa Belo Kecamatan Palibelo yang mempunyai rumah di dekat sekolah tersebut mengatakan,  awal mula pembelokiran tersebut, karna di jalan untuk masuk ke SMKN 10 Bima adalah tanah milki Bapak H.A.Latif H.M.Ali,SH. Namun pihak sekolah belum melunasi tanah milik kepala desa tersebut. Makanya ada pemblokiran jalan.

"Ada sekitar 3 Are tanah milik kepala desa. Tapi pihak SMKN 10 Bima belum membayarnnya. Makanya jalan tersebut diblikor oleh kepala desa,"tuturnnya.

Kata Furkan, sebelumannya pihak sekolah pernah berjanji akan membayar tanah milik kades tersebut. Tapi sampai hari ini pihak sekolah tersebut belum membayarnnya.

"Iya, solusinnya blokir jalan yang dilakukan oleh kades, agar tanahnya segera dilunasi,"kata dia kepada kabarbima.com, Selasa, (28/08/2018).

Babinkamtibmas Desa Belo Komang, yang ditemui di tempat pemblokiran jalan tersebut, membenarkan bahwa pemblokiran tersebut dilakukan oleh kepala desa. Menurutnya, kepala desa menuntut agar tanahnya yang dipakai pihak sekolah segera dilunasi.

"Kecewa terhadap pihak sekolah yang tidak membayar tanahnya, akhirnnya dia Boikot jalan menuju pintu masuk SMKN 10 Bima,"terangnya.

Sementara H.A.Latif H.M.Ali,SH selaku pemilik tanah yang didatangi wartawan dikantornnya untuk konfirmasi berita  tidak ada ditempatnnya. Wartawan kemudian mencoba menghubunginya melalui telepon. Namun nomornya pun tidak aktif hingga berita ini naik. Upaya konfirmasi oleh wartawan masih terus dilakukan. Begitu juga dengan pihak sekolah. (KB-05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.