213 orang Warga, Keracunan Bakso di Pesta Pernikahan - Kabar Bima

213 orang Warga, Keracunan Bakso di Pesta Pernikahan

Bima, KB.- Telah terjadi musibah keracunan massal yang menimpa masyarakat Desa Buncu Kecamatan Sape Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Diduga akibat mengkonsumsi hidangan dalam acara pernikahan salah seorang warga pada Rabu (26/09/2018) sore kemarin.

Para Korban saat dirawat di PKM Sape
Keracunan makanan jenis Bakso pada pesta pernikahan tersebut dialami sekitar 213 orang warga. 
Para korban kemudian menjalani perawatan medis di Pusat Kesehetan Masyarakat (PKM) Sape untuk proses penyembuhan. Hingga  pukul 01.00 Wita Kamis (27/09/2018) dini hari, jumlah pasien mencapai 182 orang.
  
Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima bereaksi dengan sigap. Dinas Kesehatan mendroping obat – obatan yang dibutuhkan, Dinas Sosial melalui Tagana mendroping tenda guna mengantisipasi terus bertambahnya jumlah korban.  Serta yang utama juga  mengirim mobil untuk mobilisasi pasien menuju PKM Sape. 

“Alhamdulillah, sekitar pukul 02.15 Wita, Kamis dini hari, sudah banyak pasien yang sembuh dan telah kembali ke rumah mereka masing- masing berkat dari kesigapan para petugas medis yang memberikan pelayanan pengobatan serta dukungan dari seluruh elemen yang ada di tingkat Desa dan Kecamatan,"ujar Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Zainuddin, S.Sos kepada kabarbima.com Kamis siang tadi.   

Lanjutnya, hingga saat ini masih tersisa 4 orang pasien yang dirawat di PKM Sape. dan yang dirujuk ke RSUD Bima 1 orang. Atas musibah tersebut, Bupati Bima menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan meminta para Kobran untuk bersabar dalam menghadapi musibah dimaksud. 

Bupati juga menyampaikan ungkapan terimakasih atas kesigapan OPD terkait serta meminta  untuk terus melakukan upaya dan memberikan pelayanan terbaik terhadap para pasien yang masih dirawat hingga seluruh pasien keracunan yang masih ada di PKM Sape, semuanya sembuh total.

Lelaki yang akrab disapa Zain ini menceritakan kronologis kejadiannya,  sekitar pukul 08.00 pagi, menu makanan untuk acara tersebut termasuk bakso mulai dibuat.  Pukul 14.00 menu makanan (bakso) sudah disajikan. Kemudian pukul 16.30 bakso mulai dikonsumsi oleh para undangan.

Setelah pesta usai dan para undangan sudah kembali ke rumah masing-masing, sekitar pukul 18.00 mulai ada yang merasakan gejala keracunan dan langsung dibawa ke Pustu Kowa dan Puskesmas Sape.

"Para korban mengaku, rata-rata setelah makan bakso mereka merasa ada gejala keracunan.
 gejala yang dirasakan rata-rata sakit perut, mual, muntah, keringat dingin, lemas dan pusing," bebernya.

Untuk mengidentifikasi, petugas sempat mengambil sampel berupa pentolan bakso, kuah bakso, kecap, saos dan penyedap rasa untuk diuji. (KB-01)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.