Imunisasi Rubella Berujung Protes, Orang Tua Siswa Mengamuk - Kabar Bima

Imunisasi Rubella Berujung Protes, Orang Tua Siswa Mengamuk

Bima, KB.- Imunisasi Campak dan Rubella dengan menyutikan vaksin ke tubuh anak-anak untuk memberikan kekebalan tubuh dan penyegahan terhadap penyakit  digelar SDN Sondo Kecamatan Monta Kabupaten Bima Sabtu (01/09/2018) pagi tadi, berujung aksi protes. 

Orang tua siswa yang mengaku anaknya menjadi korban imunisasi virus tersebut, mengamuk di sekolah sebagai bentuk menolak kebijakan sekolah yang dinilai tidak kompromis dengan pihak orang tua siswa. 

Orang tua dari siswa Nuriha Datul Ain, Sulaiman S.Sos yang juga Sekretaris Desa Sondo pada Kabar Bima, Sabtu (01/09/2018) mengeluhkan tindakan sepihak SDN Sondo yang menggelar imunasi rubella pada siswa. 

Aksi protes pasca imunisasi kata Sulaiman, disamping tanpa ada pemberitahuan dari pihak sekolah, menurutnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah jelas mengharamkan imunisasi menggunakan vaksin tersebut. Namun karena dalam kondisi terpaksa imunisasi tersebut tetap dilaksanakan. Mestinya, kata Sulaiman, Imunisasi yang dipaksakan ini harus dijelaskan kepada masyarakat, kalau dilakukan efeknya apa dan jika tidak efeknya apa.

“MUI sudah mengaharamkan imunisasi rubela itu, sebab mengandung unsur babi dalam vaksin tersebut. Namun dalam kondisi terpaksa itu tetap dilakukan. Kenapa sekolah memaksakan imunisasi tanpa adanya persetujuan orang tua siswa,”heranya. 

Tidak itu saja, Sulaiman justeru bertanya, jika tidak dilakukan imunisasi dengan virus “haram” itu, apakah anaknya akan mengalami sakit. Sehingga pihak sekolah harus mengimunisasi seluruh siswa di sekolah tersebut.

”Saya tidak terima dengan kebijakan sepihak dari sekolah itu. Kalau terjadi apa-apa dengan anak saya akibat imunisasi tersebut, pihak sekolah dan puskesmas harus bertanggungjawab,”protesnya. 

Kepala SDN Sondo, Mahfud SPd yang dimintai tanggapan soal imunisasi di sekolahnya, tidak terkonfirmasi. Beberapa kali wartawan kabarbima.com menghubungi via handphone, tidak diangkat bahkan dialihkan. 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Monta, dr. Yuni, mengaku imunisasi di sejumlah tempat di wilayah Puskesmas Monta, sudah dilakukan sosialisasi sebelumnya. ”Kami yang pertama mensosialisasikan imunisasi rubela pada akhir tahun 2017 lalu. Pencanangan Imuniasi rubela dilakukan di SMPN Monta,”jelasnya. (KB-06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.