15 KP SPAM Ikuti Pelatihan Pengelolaan Air Bersih - Kabar Bima

15 KP SPAM Ikuti Pelatihan Pengelolaan Air Bersih

Kota Bima, KB.- Kelompok Pengelola SPAM mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar Pamsimas Kabupaten Bima di Home Stay Tambora Kota Bima, (29/10/2018). Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta, yang terdiri dari 15 desa yang mendapatkan program Pamsimas di Kabupaten Bima.

Koordinator Pamsimas III Kabupaten Bima, saat dikonfirmasi kabarbima.com diselah-selah acara menjelaskan, bahwa peserta pelatihan ini merupakan Pengelola SPAM dari 15 Desa yang telah menikmati air minum dari Pamsimas sejak tahun 2016-2017.

Kenapa harus masyarakat sendiri yang mengelola SPAM ini, menurutnya, Pamsimas ingin memperdayakan masyarakat. Karena kegiatan Pamsimas ini dilakukan oleh masyarakat secara utuh, mulai dari perencanaan sampai pada pengerjaan dan pengelolaannya. 

"Pelatihan ini ada dua gelombang, yang pertama untuk pengelola SPAM dari Pamsimas II, yaitu desa yang menikmati air dari Pamsimas pada tahun 2014-2015, sebanyak 15 desa. Sementara untuk Pamsimas III pada gelombang kedua nanti terdiri dari 20 Desa, yang tercover dalam Pamsimas tahun 2017 dan 2018" jelasnya.

Menurutnya, untuk gelombang pertama ini, pelatihan sudah dimulai sejak tanggal 29 Oktober dan akan berakhir tanggal 01 November 2018. 

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bima, Taufikurahman, ST yang pada saat itu juga menjadi narasumber mengapresiasi keberadaan program Pamsimas di Kabupaten Bima. Karena dengan hadirnya Program Pamsimas ini cukup membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Menurutnya, pelatihan pengelola SPAM oleh Pamsimas ini, perlu diadopsi oleh pemerintah Kabupaten Bima. Karena selama ini, program fisik yang ada di Kabupaten Bima terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, tidak pernah dibentuk apalagi melatih pengelolanya. Sehingga banyak program fisik yang gagal.

"Pemerintah Kabupaten Bima harus mengadopsi cara-cara yang dilakukan Pamsimas ini, terutama dibentuknya pengelola untuk program fisik. Sehingga program fisik yang telah dilaksankan tetap terawat dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat," tandasnya. (KB-01)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.