Banser NTB : Itu Bendera HTI untuk Kepentingan Politik, Bukan Bendera Tauhid - Kabar Bima

Banser NTB : Itu Bendera HTI untuk Kepentingan Politik, Bukan Bendera Tauhid

Mataram, KB.- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyikapi serius terkait kasus pembakaran bendera HTI (Hisbut Tahrir Indonesia) yang bertuliskan kalimat tauhid, yang dilakukan oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut, Jawa Barat.

Selasa (23/10/2018), MUI NTB  menggelar pertemuan khusus dan tertutup menyikapi kasus pembakaran bendera HTI dengan menyatakan sikap.  Rapat dihadiri sejumah elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan TNI/Polri. 

“Kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat NTB tetap menjaga keutuhan, ketentraman dan ketertiban demi persatuan dan kesatuan bangsa, menghadapi pemilu 2019  yang damai, demokratis dan berintegritas. Peristiwa pembakaran bendera HTI di Gerut, Jawa Bararat sepenuhnya diserahkan kepada aparat Kepolisian untuk penegaan hukum, dan jika masyarakat NTB menemukan indikasi permasalahn serupa agar segera dilaporkan ke TNI/Polri guna mencegah konflik,” ujar Saeful Muslim.

Kemudian, Danrem 162/Wira Bhkati NTB, Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pertemuan sengaja digelar untuk mengantisipasi agar warga NTB tidak termakan isu kasus pembakaran bendera tersebut.

“Pertemuan ini digelar untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi peristiwa yang sama di wilayah NTB seperti di Garut. Karena kita khawatirkan apabila ini terjadi, bergulir menjadi bola salju akan menjadi ancaman dalam menyambut Pilpres dan Pileg 2019,” tegas Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, Sekertaris GP Ansor Wilayah NTB, Irfan Suriadiata mengatakan, bahwa HTI sengaja menggiring bendera yang dibakar tersebut menjadi kalimat tauhid. “Itu bendera HTI yang dibakar, bukan bendera tauhid. Kita Islam setiap hari, yasinan setiap hari, baca kalimat tauhit, bagaimana mau bakar kalimat tauhit. Kepentingan kita bagaimana supaya aman daerah kita,” ujar Irfan Suryadiata.

Sekertaris GP Ansor Wilayah NTB juga menuding bahwa bendera HTI untuk kepentingan atau agenda Politik tertentu, juga bendera HTI ada dua warna dengen memiliki cita-cita masing-masing.

“Bendera HTI itu dua, yang warna putih satu dan warna hitam satu. Warna putih dipakai untuk kampanye gagasan hilafah istilahnya, warna hitam untuk perang. Pernah nggak Rasulullah memakai bendera yang gitu rupanya ? nggak pernah, karena di dalam bendera itu masih ada harokatnya, ada baris atas bawah cara tanda bacanya. Bendara HTI itu bendera politik karena cita-citanya saru ganti ideologi pancasila dengan syariat,” ucap  Irfan. (KB-03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.