Gagal Ikut Lomba Tingkat Nasional, SDN 32 Kembalikan Piagam ke Panitia - Kabar Bima

Gagal Ikut Lomba Tingkat Nasional, SDN 32 Kembalikan Piagam ke Panitia

Kota Bima, KB.- SDN 32 Kota Bima terpilih menjadi juara I Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bima pada 26 Maret 2018 lalu dengan perolehan nilai 63 porsen. Melalui keputusan hasil evaluasi dan penilaian terkait pencapaian pelaksanaan program Adiwiyata berdasarkan penilaian tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Berdasarkan prestasi tersebut, bukannya diikutkan lomba pada jenjang selanjutnya, justeru nasib buruk menimpa sekolah itu. Setelah pihak panitia lomba Sekolah Adiwiyata Provinsi NTB menetapkan SDN 11 yang merupakan Runer Up justeru terpilih secara langsung untuk mewakili Provinsi NTB ke tingkat Nasional.

“Guru beserta jajaran merasa sedih dan terpukul, karena usaha selama 2 tahun terkahir untuk menciptakan sekolah sehat dan bersih sepertinya sia-sia. Karena predikat juara I tingkat Kota Bima yang disandang itu, hanyalah pelengkap saja,” ujar Kepala SDN 32 Kota Bima Hj Titin Sri Supartini pada kabarbima.com, Rabu (14/11/2018).

Kasek sempat menceritakan, sejak awal terpilih menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bima yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), setelah sebelumnya memanggil keterwakilan 6 sekolah yang akan mengikuti lomba pada dinas setempat, diantaranya SDN 32, SDN 11, MAN 2, SMPN 1, SMAN 1 dan SMAN 4 Kota Bima.

Saat itu pihaknya diberitahukan akan menjadi perwakilan lomba sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bima, sehingga langsung bergerak dan mempersiapkan diri dengan melalukan beberapa pembenahan saja.

“Setelah tim penilai yang berjumlah 9 orang turun melihat dan memperhatikan dengan seksama, dan melihat beberapa indikator penilaian yang begitu lengkap di sekolah SDN 32. Maka ditetapkan sebagai juara, berdasarkan skor tertinggi yang diberikan panitia,” katanya.

Dengan nilai skor tertinggi yang diberitahukan oleh panitia, tentu membuat bangga dirinya selaku pimpinan dan jajaran guru setempat. Karena hasil kerja keras dalam mengelola sekolah sehat dan bersih, dibayar dengan prestasi tertinggi.

Berdasarkan predikat juara tersebut, tentu secara otomatis SDN 32 mewakili Kota Bima untuk ajang lomba yang sama di tingkat Provinsi NTB. Tapi keanehan terjadi setelah kami mendapatkan informasi, bahwa SDN 11 Kota Bima terpilih mewakili NTB langsung pada lomba sekolah Adiwiyata tingkat Nasional di Jakarta.

“Bagaimana bisa kami yang menjadi terbaik di Kota Bima tidak diikutkan sertakan, sedangkan SDN 11 runer up justru dipilih mewakili daerah ke tingkat nasional,” keluhnya heran.

Lebih anehnya lagi, ajang lomba Adiwiyata tingkat Provinsi NTB tidak diselenggarakan. Kemudian ditambah lagi tim panitia lomba Adiwiyata dari Provinsi NTB tidak pernah turun menilai, terhadap sekolahnya yang menjadi juara di Kota Bima.

“Tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba surat dari pihak Provinsi NTB menunjuk SDN 11 Kota Bima mewakili Provinsi NTB untuk berangkat ke tingkat nasional. Tentu ini kami rasa tidak adil, karena kerja keras kami selama ini hanyalah sia-sia dam tidak dihargai,” imbuhnya.

Untuk itu dirinya beserta jajaran guru sepakat, sebagai bentuk ketidak puasan terhadap panitia di tingkat Kota Bima. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengembalikan piagam kepada DLH, sebagai bentuk ketidak adilan dan kecewa karena sudah di PHP.

“Kami akan segera kembalikan piagam penghargaan, karena merasa di PHP oleh DLH,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu tim panitia DLH Kota Bima Isna Laely Rahma yang dimintai tanggapan mengaku, bahwa bukan wewenang dirinya memberikan jawaban. Karena itu ranahnya tim penilai dari Provinsi NTB, selaku tim penyelengggara.

Lagipula awak media juga bisa menanyakan informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Abdul Haris, karena beliau juga tahu informasi ini.

“Keputusan pemilihan dan penetapan sekolah untuk di kirim ke nasional di luar kendali kami selaku tim adiwiyata kota bima, tugas kami hanya sampai mengirimkan berkas persyaratan yang diminta pihak DLHK Prov NTB, selanjutnya pihak DLHK yg menentukan,” tandasnya.

Terkait nama dan nomor kontak pihak panitia provinsi NTB yang bisa dimintai klarifikasi, itu bisa langsung tanyakan ke bapak Abdul Haris saja, karena saat ini saya statusnya masih tugas belajar diluar daerah.

“Untuk sekarang ini saya sudah tidak menjadi bagian tim penilai lagi, karena telah keluar,” tegasnya melalui pesan singkat (SMS).

Sementara itu Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Abdul Haris yang coba di konfirmasi, hingga berita ini diturunkan nomor kontak selulernya belum aktif.(KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.