17 Ton Bawang Hilang di Kapal, PT.Pelni Diminta Bertanggungjawab - Kabar Bima

17 Ton Bawang Hilang di Kapal, PT.Pelni Diminta Bertanggungjawab

Kota Bima, KB.- Sebanyak 17 ton (173 karung besar) bawang milik Ahmad Yani warga Desa Simpasai Lambu Kabupaten Bima, yang dikirim menggunakan Kapal Tilongkabila menuju Bitung Minahasa beberapa hari lalu tiba-tiba hilang.

Ahmad Yani.
"Bawang yang saya kirim menggunakan Kapal Tilongkabila, sesampainya dibitung hilang,"ujarnya saat ditemui kabarbima.com di pelabuhan Bima, Kamis (29/11/2018) malam.

Bawang yang hilang itu kata dia, ada dua merek, yaitu merek ayu dan merek T. Merek ayu sebanyak 23 karung, dan merek T 24 karung.

"Dari sekian banyak bawang yang hilang itu, hanya satu karung yang disisakan, yaitu bawang merek T. Dan yang jadi pertanyaan saya kemana sisa barang 173 karung itu?,"ujarnya heran.

Atas hilangnya bawang ini Kata dia, Berdsarakan pengakuan Anak Buah Kapal (ABK), bahwa bawang tersebut diturunkan oleh buruh.

"Kami lihat barang itu diturunkan oleh para buruh, dan kami tidak berani menegurnya,"kutipnya dari bahasa ABK Tilongkabila.

Ahmad mengatakan, kenapa pihak Pelni dalam hal ini ABK berani memberikan ijin pada buruh untuk menurunkan barang tanpa menunjukan surat dan dokumen yang lengkap.

"Karena setahu kami selama ini, barang baru bisa diturunkan setelah menunjukan surat dan dokumen yang lengkap. Tapi ini tidak menunjukan dokumen dan surat, tapi barang langsung diturunkan. Ada apa sebenarnya dengan pihak Pelni?,"ujarnya kesal.

"Barang tanpa surat dan dukumen tidak bisa diturunkan,"tagasnya.

Menurut Ahmad, kejadian ini memang disengaja dilakukan untuk merugikannya. Dan dirinya menduga hilangnya barang itu, dilakulan oleh pihak Pelni dan Buruh.

"Saya menduga antara ABK dan Buru sudah bersekongkol untuk mengabil bawang saya,"duganya.

"Jika dugaan saya benar, maka pihak Pelni harus bertanggungjawab untuk mengganti kerugian saya sebesar Rp.40 juta. Dan jika tidak saya akan menempuh jalur hukum,"pungkasnya.

Sementara Pihak Pelni yang hendak dikonfirmasi belum berhasil ditemui. Hingga berita ini dinaikan, pihak Pelni belum berhasil ditemui. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.