Listrik Sering Padam, Lampu HP Jadi Penerang Saat Jahit Pasien di RSUD Kota Bima - Kabar Bima

Listrik Sering Padam, Lampu HP Jadi Penerang Saat Jahit Pasien di RSUD Kota Bima

RSUD Tak Punya Genset, Pasien Beli Lilin untuk Penerang Ruangan

Kota Bima, KB.- Sejak terjadinya pemadaman listrik bergilir di Kota Bima, keluhan masyarakat tiada hentinya, baik di medsos maupun secara langsung ke pihak PLN. Keluhan itu, terus berdatangan, termasuk dari pasien di RSUD Kota Bima.

Lorong RSUD Kota Bima, saat mati lampu.
Salah satunya, Arifin Tumpa yang sejak Selasa kemarin membawa anaknya yang sakit untuk dirawat di RSUD Kota Bima di lingkungan Ranggo Kecamatan Asakota. Arifin mengeluhkan, selain pemadaman listrik di RSUD Kota Bima yang semestinya tidak boleh terjadi seperti halnya di RSUD Bima, dia juga mengeluhkan tidak adanya Genset di RSUD tersebut.

"Ini rumah sakit kok tidak ada mesin Gensetnya. Namanya Rumah Sakit harus lengkap fasilitasnya, apalagi disaat Bima yang sering mati lampu seperti sekarang ini. Rumah Sakit ini kan sudah naik status jadi RSUD Kota Bima, maka pelayanan juga harus sesuai dengan statusnya dong," ujarnya kepada kabarbima.com, Rabu (23/01/2019) malam, saat pemadaman listrik berlangsung.

Dia juga menyebutkan, bahwa ada kemarin di ruangan UGD, pasien yang mengalami luka robek, saat menjalani proses jahitan luka, menggunakan lampu HP, karena listrik mati. Kondisi itu sudah berlangsung cukup lama, bahkan sudah banyak pasien sebelumnya yang mengeluhkan gelapnya rumah sakit tersebut.

RSUD Kota Bima nampak depan saat mati lampu.
Dirinya meminta kepada pemerintah Kota Bima, terutama kepada pihak rumah sakit untuk memperhatikan secara serius masalah ini. "RSUD itu Butuh perhatian pemerintah. Selama pak Walikota menjabat, belum pernah menengok rumah sakit tersebut. Mudah-mudahan dengan adanya sorotan ini, walikota bisa melirik dan menjadikan rumah sakit Kota Bima, lebih baik dengan segala perlengkapannya, seperti yang disampaikan dalam Visi Misinya.

"Selain masalah kondisi RSUD yang gelap gulita, udara di ruangan juga sangat panas, karena tidak ada fasilitas seperti kipas angin, dan kurangnya fentilasi udara," bebernya.

"Saya selaku terpaksa beli lilin sendiri, dan hanya itu kemampuan saya. Gensetnya saya tidak mampu membeli. Sebenarnya ini rumah sakit atau rumah hantu?. Mana selogan Taroanya pak Walikota?,," tutupnya dengan nada kesal. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.