Sampai Sekarang, Juara STQ Provinsi NTB Tahun 2018 Belum Terima Hadiah - Kabar Bima

Sampai Sekarang, Juara STQ Provinsi NTB Tahun 2018 Belum Terima Hadiah

Kota Bima, KB.- Akun Facebook (FB) Kasturi Qori memosting sebuah foto yang bertuliskan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat provinsi NTB tahun 2018, beserta status yang mempertanyakan hadiah dari STQ tersebut. 

Drs.H.A.Wahid.
Foto yang diupload tersebut merukan hadiah yang diterima secara simbolis untuk juara II cabang tiwalah golongan anak-anak putri dengan nominal hadiah sebesar Rp.3.500.000. Namun, hingga kini  hadiah tersebut belum juga diterimanya.

"Bune aiku lu'u na piti hadiah ke, maki adek lao cek ta kantor bank (kapan uang hadiah ini cair, saya capek bolak balik cek di kantor Bank," katanya dalam status.

Hal yang sama juga dipertanyakan warga asal Kelurahan Tanjung, Boby. Dirinya mempertanyakan hadiah yang belum diterima keluarganya hingga saat ini. 

"Bisa dipertanyakan kemana anggaran STQ tingkat propinsi, kok hadiahnya belum cair. Qori, Qoriah dari Kota Bima dan Kabupaten Bima juga belum dapat hadiahnya. Bagaimana ini??," ujarnya saat menghubingi wartawan Kabar Bima, usai melihat status Facebook dimaksud, Rabu (23/01/2019).

Menanggapi hal tersebut, Kabag Kesra Setda Kota Bima Drs.H.A.Wahid yang ditemui kabarbima.com, di ruang kerjanya, Kamis (24/01/2019) siang merasa kaget dan heran.

"Masa ada tilawah yang belum dapat hadiah sihh," ujarnya heran.

"Soal hadia ini saya baru mendengarnya hari ini," katanya lagi.

Setelah itu dia menjelaskan, bahwa untuk tilawayah yang mendapat hadiah sudah terima semua tidak satu pun yang belum terima hadiah.

"Berdasarkan hasil koordinasi saya dengan Sekertaris LPTQ Kota Bima, semua tilawah sudah menerima hadiah. Dan hadiah tersebut sudah dikirim ke rekeningnya masing-masing. Jadi tidak mungkin ada yang tidak terima," jelasnya membantah.

Lanjut dia, Kemungkin simbolis yang diposting itu milik orang lain atau daerah lain, bukan Kota Bima. Karena Kota Bima tidak ada tilawah golongan anak-anak putri yang ada hanya golongan dewasa.

"Kami tidak ada golongan anak-anak putri hanya golongan dewasa," jelasnya. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.