Didemo Gempita Soal Insiden di Sape, Kapolres Bima Kota Minta Maaf - Kabar Bima

Didemo Gempita Soal Insiden di Sape, Kapolres Bima Kota Minta Maaf

Kota Bima, KB.- Aksi demonstrasi di Kecamatan Sape yang berakhir ricuh beberapa hari lalu, cukup menarik perhatian kalangan mahasiswa. Diantaranya, Gerakan Mahasiswa Pembela Tanah Air (Gempita) Bima, melakukan demonstrasi depan Kantor Polres Bima Kota, Kamis (21/02/2019). Ada beberapa organisai yang tergabung pada Gempita saat itu. Yakni, LMND Kota/Kabupaten Bima, PMDS, FKM SALAM dan LSIP Bima.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan Gempita saat aksi solidaritas itu. Diantaranya, pemerataan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bima, hentikan tindakan intimidasi dan kriminalitas terhadap gerakan rakyat, tegakkan supermasi hukum, kembali ke Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Jendral Lapangan, Fikrin, dalam orasinya menyampaikan, tindakan yang diduga represif itu, tidak hanya terjadi saat aksi demonstrasi di Kecamatan Sape saat itu.

"Tindakan premanisme aparatur kepolisian tidak hanya terjadi di Kecamatan Sape. Melainkan, setiap mahasiswa melakukan demonstrasi selalu saja mendapatkan tindakan-tindakan represif dari pihak  kepolisian selama ini," ungkap Fikrin.

Ditegaskannya, tindakan-tindakan represif dari aparat pengamanan aksi, pun selalu ia dapatkan saat melakukan aksi penyampaian aspirasi.

"Untuk diketahui bersama yang bergabung dalam gempita hari ini, aksi represif itu sering saya rasakan saat saya melakukan aksi-aksi demonstrasi," tudingnya.

Menanggapi masa aksi, Kapolres Bima Kota, AKBP Erwin Ardiansyah SIK, mengaku, terkait insiden yang terjadi saat aksi demonstrasi di Sape, pihaknya sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polda NTB.  

"Dari pihak kami yang diduga melakukan tindakan demikian, sudah dipanggil dan diperiksa oleh atasan kami Polda NTB. Saya dan Wakapolres pun diperiksa saat itu," ungkap Kapolres Bima Kota.

Ditambahnya, ia mewakili seluruh personilnya, meminta maaf atas kejadian diluar dugaan itu. Dikatakannya, terkait itu akan tetap diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku dan menunggu keputusan atasannya atas hasil pemeriksaan itu.

"Kami akan tetap menaati prosedur yang berlaku, bagaimana pun kedepannya, tergantung keputusan atasan saya," pungkasnya. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.