Nene Doji Yang Terabaikan, Tidur Berselimutkan Karung Bekas - Kabar Bima

Nene Doji Yang Terabaikan, Tidur Berselimutkan Karung Bekas

Kota Bima, KB.- Di tengah indahnya kota, masih kita jumpai potret kehidupan masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan. Seperti kehidupan seorang janda miskin, Hadijah (87 tahun), yang tinggal di gubuk reot di RT.06 RW.02 lingkungan Lela Kelurahan Jati Baru Barat Kecamatan Asakota, Kota Bima.  

Hadijah (Nene Doji). Foto : Purnamasari
Janda yang biasa disapa Nene Doji ini tinggal bersama seorang putranya yang bernama Amiruddin (47 tahun), setelah ditinggal mati oleh alm Abdurrahim (suaminya) beberapa tahun silam. Amiruddin sampai sekarang belum menikah. Selain karena kondisi keuangan keluarga yang tidak memungkinkan untuk Amir mendapatkan modal nikah, juga karena tidak adanya wanita yang mau menikah dengan keluarga miskin seperti Amir,

"Tidak ada yang mau sama saya yang miskin ini. Saya putuskan hidup untuk merawat ibu saya saja," ujar Amir saat diwawancara kabarbima.com di kediamannya, Sabtu (02/02/2019).

Ditanya apakah rumah Nene Doji pernah didata untuk menerima bantuan bedah rumah?, Amir mengaku sudah sering didata, namun tidak ada realisasi.

"Seingat saya, sudah tiga kali didata, karena sudah tiga kali saya serahkan foto copi KK. Namun sampai sekarang tidak ada perhatian dari pemerintah. Malah yang dapat bantuan bedah rumah itu, tetangga-tetangga saya, yang rumahnya jauh lebih bagus dari rumah kami," tutur lelaki yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu.

Kondisi bagian dalam rumah Nene Doji
Pantauan langsung wartawan di lapangan, kondisi rumah Nene Doji hampir roboh, ditambah lagi atap rumah yang sudah rusak berat, karena termakan usia. Rumah panggung 6 tiang itu berdiri tepat diatas bukitan Lingkungan Lela, yang jaraknya hanya lebih kurang 10 meter dari rumah Lurah Jatibaru. 

"Kalau hujan, kita tidur dipojok dan menutupi badan dengan terpal dan karung bekas, karena atap rumah sudah rusak, bukan lagi bocor. Kalau hujang deras, saya harus numpang dirumah tetangga, karena semua isi rumah ikut diguyur hujan," aku Nene Doji kepada wartawan.

Selain tinggal bersama anak semata wayangnya itu, Nene Doji juga ditemani beberapa ekor kucing peliharaannya. Di tengah ketersediaan makanan yang terbatas, Nene Doji masih sempat membagikan makanannya untuk kucing-kucing kesayangannya.

"Saya heran, kenapa rumah kami selalu terlewati oleh program bedah rumah, padahal sudah beberapa kali diusulkan," ujar Amir yang masih mendampingi ibunya saat diwawancara.

Informasi yang dihimpun dilapangan, setiap tahun di kelurahan tersebut terus menerima bantuan program bedah rumah. Namun, rumah-rumah yang ditunjuk untuk menerima bantuan itu, tergantung pilihan pihak kelurahan, bukan berdasarkan kondisi rumah yang disurvei sebelumnya.

"Disini, kandang ayam dan kandang kambing pun dapat bantuan bedah rumah, sementara rumah Nene Doji selalu terlewatkan oleh program itu. Yang dapat bantuan itu, orang kaya, yang rumahnya bagus dan yang tidak seharusnya menerima bantuan itu. Karena tidak ada rumah yang mau dibedah, terpaksa kandang kambing dan kandang ayam yang diusulkan untuk dibedah, asal mereka bisa terus dapat bantuan," ujar salah satu warga yang juga hadir di kediaman Nene Doji.

Sorotan juga datang dari salah seorang warga, Nita yang sebelumnya sudah sering kali memperingatkan pihak kelurahan untuk memperhatikan dan mengutamakan rumah warga miskin jika ada bantuan dari pemerintah. Dirinya mendesak, agar tidak lagi mengutamakan kepentingan keluarga dan kelompok dalam hal memberi bantuan, tetapi harus tepat sasaran. 

Dirinya juga berharap, agar pemerintah dapat memperhatikan kondisi dan kehidupan Nene Doji sekarang. "Pemerintah punya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tapi kenapa masih ada rumah yang tidak terakomodir dan terus terlewatkan. Pemerintah jangan tutup mata, segera ambil sikap. Saya juga meminta Walikota Bima untuk turun langsung melihat kondisi kehidupan Nene Doji," pinta Nita. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.