Saung Miratun Milik DKP, Kini Dibiarkan Terbengkalai - Kabar Bima

Saung Miratun Milik DKP, Kini Dibiarkan Terbengkalai

Kota Bima, KB.- Aset milik Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kota Bima yakni Saung Miratun yang berada di samping selatan SMPN 6 Kota itu, kini dibiarkan terbengkalai. Bahkan kondisinya sekarang sangat memperhatikan sekali, karena di sekeliling tempat tersebut banyak ditumbuhi semak belukar sehingga terlihat seperti hutan.

Saung Miratun.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun kabarbima.com, bahwa Paska kebakaran tahun 2016 lalu hingga kini, Saung Miratun tidak pernah diperhatikan lagi, apalagi ditata ulang.

Menindak lanjuti hal tersebut, sekretaris DKP Kota Bima Ir. Juwaidin H.Mahmuf, M.AP yang ditemui, Senin (25/02/2019) mengatakan, paska peristiwa kebakaran dan ditambah lagi dengan musibah banjir yang melanda Kota Bima tahun 2016 lalu, membuat tempat itu hancur dan yang tersisa bangunannya saja.

"Semua Aset di tempat itu ludes, begitupun dengan ikan yang ada di Kolam, dan yang tersisa hanya bangunannya saja dan itupun belum bisa dimanfaatkan," katanya.

Terkait dengan penataanya, kata dia, butuh dana yang cukup untuk menata dan memulihkan kembali keadaan yang ada di sana. Karena Saung Miratun itu merupakan aset penghasil PAD terbanyak untuk DKP.

"Kita butuh dana yang cukup untuk membangun kembali tempat itu, dan diperkirakan biaya untuk pemulihan kembali sekitar Rp. 500 - 1 Miliyar," ujarnya.

Dikatakannya, terkait anggaran pemulihan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bima maupun Pusat tapi belum juga tersedia. 

"Bahkan tahun 2019 ini pun kita sudah usulkan lagi tapi belum juga dapat, dan tahun 2020 kita akan usulkan lagi dan semoga saja dapat," harapnya.

"Untuk memulihkannya, kami terus berupaya untuk tetap mencari dana. Baik itu dari Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dan yang bisa kami lakukan, sesuai dengan kempuan kami yakni memperbaiki kembali pagar sebelah utara, dan itu pun sudah kami lakukan," tuturnya.

Lanjut dia, kaitan dengan pengelolan Sumber Daya Manusia (SDM) diambil alih oleh pusat, sehingga supor dana untuk pemulihannya sedikit susah.

"Sekarang kewengan pengelolan hasil diambil alih oleh pusat,"pungkasnya. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.