Beredar Video Kepala Desa Bersama Aparatur, Deklarasi Dukung Jokowi-Amin - Kabar Bima

Beredar Video Kepala Desa Bersama Aparatur, Deklarasi Dukung Jokowi-Amin

Bima, KB.- Beredar video beberapa aparatur desa bersama Kepala Desa Mbawa Kecamatan Donggo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, yang mendeklrasikan dukungan untuk calon presiden Republik Indonesia nomor urut 01. 

Kepala dan perangkat desa saat deklarasi dukungan bersama masyarakatnya.
Dalam video berdurasi 29 detik itu, dengan tegas mereka mendeklarasikan  dukungan untuk pasangan calon Jokwi-Amin. Dan akan menjadikan Desa Mbawa itu sebagai Kampung Jokowi-Amin.

"Kami masyarakat petani Desa Mbawa Kecamatan Donggo Kabupaten Bima mendukung penuh dalam memenangkan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Amin. Kami masyarakat Desa Mbawa akan menjadikan Desa Mbawa sebagai kampung Jokowi-Amin, wassalamualaikum Wr Wb," tutur mereka secara bersama-sama dalam video yang beredar.

Adapun beberapa oknum di dalamnya. Yakni, sekitar tujuh orang Kepala Dusun dan Kepala Desa Mbawa, beserta beberapa warga setempat.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) setempat yang dikonfirmasi kabarbima.com, Abdurrahman, mengatakan, kasus itu tidak dapat diproses karena tidak ada laporan dari warga setempat atau pihak tertentu. Sehingga, tidak ada yang menjadi saksi untuk itu.

"Terkait ini kami tidak bisa memproses krena tidak ada laporan yang masuk. Baik itu dari warga setempat atau pun pihak-pihak tertentu. Karena dalam proses penyelesainnya harus ada laporan yang masuk. Terlebih, siapa yang akan jadi saksi jika kami proses ini, tidak ada-kan. Walaupun, benar sudah jelas adanya para oknum itu kita lihat dalam video itu, tapi siapa yang akan jadi saksinya untuk kejadian itu," bebernya.

Kata dia, kejadian itu tidak diketahui pihaknya. Karena, keterbatasan informasi yang didapatnya.

"Kami tidak tahu ini kapan, ini karena keterbatasan informasi yang kami dapatkan. Terlebih personil kami di bagian desa tidak mungkin dapat mengetahui semua yang terjadi di lapangan, sehingga kami tidak tahu kapan kejadian ini," tutupnya. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.