Puluhan Warga Salama Blokir Jalan, Tuntut Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Adhin - Kabar Bima

Puluhan Warga Salama Blokir Jalan, Tuntut Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Adhin

Kota Bima, KB.- Puluhan warga lingkungan Salama, Kelurahan Na'e, Kecamatan Rasana'e Barat, Kota Bima, melakukan pemblokiran jalan depan Rumah Sakit Muhammadiyah, pada Senin (04/03/2019), sekitar pukul 17.30 Wita.

Aksi pemblokiran jalan tersebut, merupakan bentuk tuntutan warga setempat dalam penanganan kasus penganiayaan terhadap korban Adhin, yakni warga asal lingkungan setempat yang terjadi beberapa hari lalu. Dalam hal itu, warga meminta pihak kepolisian untuk segera menahan terduga pelaku itu.

Ketua pemuda Lingkungan Salama, Fikri, mengungkapkan, aksi tersebut adalah bentuk protes warga setempat terhadap kinerja penegak hukum.

"Kami melakukan pemblokiran jalan ini, karena ini merupakan bentuk protes kami sebagai warga Salama atas penanganan kasus penganiayaan terhadap saudara kami Adhin beberapa hari lalu. Yaitu, dianiaya oleh pelaku yang jumlahnya kurang lebih sepuluh orang," ungkapnya saat ditemui langsung dilokasi kejadian.

Ia melanjutkan, kejadian itu sudah berlangsung beberapa hari lalu. Namun, sampai hari ini belum juga ada tindakan dari pihak penegak hukum untuk menangkap pelaku dimaksud.

"Kejadian itu dari empat lima hari yang lalu, namun kenapa sampai sekarang pelakunya belum ditahan juga. Bahkan, kita sudah kasih tahu nama dan fotonya, tapi belum juga ditahan sampai hari ini," tegasnya.

Ketika ditanya aksi lanjutan dari demonstrasi tersebut, yakni melakukan aksi depan Polres Bima Kota, dirinya belum dapat memastikan terkait itu.

"Untuk demo selanjutnya tergantung sungguh solusi yang dihadirkan. Tapi kita lihat besok aja," tandas Fikri.

Sementara itu, Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol. Inf, Bambang Kurnia Eka Putra turun langsung untuk mengamankan insiden itu. Atas kedatangannya, keadaan pun dapat diredam hingga pemuda membuka kembali pemblokiran tersebut.

"Ini depan rumah sakit, gak baik juga kalau kita melakukan aksi bakar-bakar dan membuat asap disini. Kasian juga orang-orang yang sedang sakit di dalam," ujar Dandin 1608/Bima.

Ia menjelaskan, dalam penanganan kasus ada tahap-tahap yang mesti dilewati. Segala bentuk tindakan kriminal tetap diselesaikan, namun tetap melalui prosedurnya.

"Ada tahap-tahapnya dalam penyelesaian kasus. Semuanya nanti akan tetap tuntas semua. Namun tahap-tahap dalam penyelidikan kasus mesti kita lewati prosedurnya," tuturnya.

Terakhir kata dia, pihaknya selalu siap siaga untuk warga dan masyarakat Bima umumnya. Terlebih yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan daerah Kota dan Kabupten Bima.

"Udah ya, sudah mau magrib juga sekarang. Mari kita sama-sama bubar. Nanti kalau ada yang mau dikonfirmasikan, silahkan dikonfirmasikan saja, saya selalu siap menerima," tutupnya.

Untuk diketahui, aksi tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Setelah menerima arahan dan penjelasan dari Dandim, akhirnya pemblokiran jalan pun, kembali dibubarkan oleh para pemuda sendiri. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.