Bulan Ramadhan Berkah Buat Pedagang Kelapa Muda - Kabar Bima

Bulan Ramadhan Berkah Buat Pedagang Kelapa Muda

Kota Bima, KB.- Momen bulan Suci Ramadhan, selain penuh ibadah juga memicu masyarakat untuk menggiat kreatifitas. Diantaranya, seperti berjualan menu untuk berbuka puasa, baik itu berupa makanan khas Bima, berbagai macam Es, hingga buah Kelapa Muda.

Dedi Muliadin.
Bulan Ramadhan, tentu memiliki perbedaan dari bulan-bulan lain. Selain suasananya yang sangat sejuk dan selalu ramai, baik di Masjid juga jalan Raya, juga membantu masyarakat umumnya untuk membuka jualan demi mencari nafkah.

Dedi Muliadin, warga asal Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, seorang ayah dua anak itu, selalu memanfaatkan peluang saat momen Ramadhan. Ia menjual buah Kelapa Muda yang diolah menjadi Es kelapa untuk menu buka puasa.

"Kelapa yang saya jual ini, saya beli di Kecamatan Sape," kata Dedi pada kabarbima.com, Selasa (14/05/2019).

Bapak dua anak tersebut lebih memilih  tempat berjualan di Kota Bima. Tepatnya pada lingkungan sekitar Lapangan Serasuba Kota Bima ketimbang di Jalan Baru panda yang dekat rumahnya.

"Saya pilih jualan di Kota Bima karena di Jalan Panda sepi pengunjung, tidak terlalu ramai seperti disini. Disana juga sudah padat penjual," tuturnya.

Ia mengaku, penghasilan jualannya cukup lumayan demi menyambung hidup bersama keluarga kecilnya. Dalam sehari, ia dapat mengais rezeki hingga 100 sampai 150 buah kelapa muda.

"Saya beli dagangan buah Kelapa Muda ini seharga Rp. 7.000 dan saya bisa jual Rp. 10.000 - Rp. 12. 000 per buah, tergantung besar kecil buah kelapanya," sebutnya.

Sementara itu, ia harus berangkat dari rumahnya di Desa Panda, tentu lebih awal dengan kondisi tempat jualan yang cukup jauh itu. Apalagi, buah Kelapa Muda dagangannya tersebut, tidak dibawa pulang, melainkan langsung disimpan pada tempat jualan.

"Cukup rawan sih pak, terkadang buah kelapa dagangan yang saya simpan, kadang hilang 5 hingga 7 buah. Yaaah mau gimana lagi, kondisi kita juga jauh dari sini," bebernya.

Dirinya hanya bisa pasrah atas dagangan yang ditinggal di tempat jualan itu. Karena menurutnya, semua sudah diataur oleh Tuhan Yang Maha Esa.

"Ya saya hanya bisa meyakini Allah selalu menolong hambanya dan semua itu sudah diatur oleh-Nya," tutupnya. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.