Maman : Lawan Incumbent Itu Seperti Berolahraga - Kabar Bima

Maman : Lawan Incumbent Itu Seperti Berolahraga

Bima, KB.- Pesta Demokrasi merupakan ajang pertarungan para politisi. Baik itu politisi muda atau pun senior, tak pandang siapa saat berada pada ring kontestasi politik.

Pada setiap ajang kontestasi politik, tentu setiap Partai Politik (Parpol) akan mengusung figur-figur yang dianggap cakap. Mulai pada tingkat Calon Legislatif (Caleg) Kabupaten Kota, Provinsi sampai Pusat. 

Terlebih pada ring tingkat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Tentu, figur yang dipasang adalah petarung-petarung handal. 

Kader-kader terpilih pada setiap partai akan bertarung, berjuang merebut setiap kursi jabatan yang diperebutkan. Baik itu incumbent atau pun pendatang baru.

Muhammad Aminurlah, SE, yang saat ini menduduki kursi Parlemen di Kabupaten Bima, pun sebagai Ketua Komisi IV, menyatakan diri dengan tegas, selasa (19/032019), siap merebut Kursi EA 1 pada Pilkada Kabupaten Bima mendatang.

"Kata siapa saya mau jadi wakil? Saya mau nantang yang gemuk-gemuk itu," kata politisi asal Sape itu.

Apabila dianalogikan dalam konteks olahraga, jika tidak keluar keringat maka rasa-rasanya tidak bagus, juga tak sehat. Karena itu, dirinya ibarat orang yang ingin berkeringat dalam berolahraga, maka harus mencari lawan yang kuat agar bisa berkeringat.

"Saya mau keluarin keringat. Saya mau nantang orang-orang hebat," sebut Maman.

Walau Maman dijuluki sebagai pendobrak, bagi dia tidak melupakan garis tangan Tuhan. Karena kata dia, apa pun itu, tetap ada campur tangan Tuhan.

"Tapi tidak kita mendahului takdir-takdir Allah," tuturnya.

Ia kembali menegaskan, jika selama ini rumor yang beredar itu, adalah tidak ada lawan bagi Petahana. Maka baginya itulah lawan dia.

"Kalau kata orang belum ada orang yang melawannya, itulah yang mau saya nantanng, Saya suka lawan orang hebat itu," tegasnya.

Pada sebuah pertarungan, apalagi dalam kontestasi politik, tentu ada kepuasan tersendiri dalam menumbangkan lawan. Terlebih, lawan itu sebelumnya dikenal sangat kuat dan tangguh.

"Saya tidak mau lawan yang masih biasa, incumbent ini yang mau saya lawan. Karena ini asik untuk pertarungan dan pasti sangat seru pertarungan itu. Lawan Incumbent itu seperti berolahraga," sebutnya.

Persiapan untuk melawan Petahana, hingga pertarungan itu terkesan sangat menarik, tentu pula dengan kesiapan yang matang. Artinya, dia sudah perhitungkan semua letak kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

"Kenapa saya berani, karena saya punya basis.  Bahkan orang palibelo pun mempertanyakan kapan saya turun silaturahmi kesana," tutupnya. (KB-07/ADV)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.