Gedung Sekolah Mewah, Tapi Tanpa Meubelair - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Gedung Sekolah Mewah, Tapi Tanpa Meubelair

Ambalawi, KB.- Tahun 2009 silam, SDN Dana Bura yang berdomisili di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima terkena bencana Gempa Bumi. Akibatnya sekolah tersebut rata dengan tanah. Tahun 2011 sekolah tersebut dibangun kembali, namun sayangnya, sekolah yang berdiri megah tersebut, ternyata tidak memiliki meubelair (Meja dan kursi).


Sehingga, pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), 52 orang siswa harus duduk bertiga hingga berempat pada satu meja dan kursi panjang. Harus diakui, nampak dari luar gedung sekolah tersebut luar biasa terlihat megah, akan tetapi isinya (Meubelair) kosong.

Tidak hanya ruang kelas, di ruang guru dan Kepala Sekolah (Kasek) pun demikian. Ruangan guru hanya menggunakan meja tenis dan kursi plastik.

Kasek SDN Dana Bura H. Hasnun, S.Pd. SD pada koran ini Rabu (23/11) mengatakan, bahwa sekolah yang berdiri sejak 2000 lalu itu, setelah ambruk akibat gempa membuat meubelair juga ikut hancur. Saat ini, meja dan kursi yang di pakai siswanya merupakan sisa dari gempa.

“Saya dilantik jadi kasek disini 6 Februari 2015 lalu, langsung punya inisiatif pinjam pakai meja dan kursi di sekolah tetangga. Pasalnya, sebelum dirinya hadir siswa dan guru gelar KBM di bawah pohon dan di atas lantai tanpa sehelai alaspun,” ujarnya saat didampingi bendahara sekolah Tarmizi, S.Pd.

Sekolah itu memiliki 13 orang guru, antara lain 5 orang PNS, 4 SK Honda dan 4 pegawai tidak tetap (Tenaga Sukarela). Kondisi sekolah itu, saat ini sangat memprihatinkan, dan tentunya memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora).

Lanjut Hasnun, apabila pihaknya menggunakan dana BOS untuk perbaikan meja dan kursi yang rusak, tidak mencukupi apalagi untuk pengadaan meubelair baru. Pasalnya, dana BOS di sekolah yang dipimpinnya itu, hanya Rp. 10,4 Juta. Jadi dana BOS hanya untuk mutu dan perbaikan fisik ruangan saja, seperti cat tembok dan pembelian kursi plastik.

Karena tidak memiliki meubelair, minat orang tua untuk menyekolahkan ankanya di sekolah tersebut menurun. “Apabila sekolah ini memiliki meubler lengkap di ruang kelas sebanyak lima lokal, secara otomatis orang tua akan mendaftarkan anaknya untuk bsekolah disini. Tapi mau bagaimana lagi, kurangnya animo masyarakat untuk daftar anaknya, akibat SDN Dana Bura tidak memiliki meubelair,” terangnya.

Diakhir wawancara, Hasnun meminta perhatian dari Pemda dan dinas dikpora. Bahwa kekurangan sekolahnya tidak saja pada meubelair saja, tetapi MCK juga belum ada sejak sekolah itu dibangun kembali. Sehingga Kasek dan bendahara teladan ini mampu membangun semi MCK sederhana, walaupun dengan dinding Bedek. “Mudah-mudahan pengadaan meubelair dan pembangunan MCK permanen bisa terjawab di tahun 2017 mendatang,” harapnya. (KB - 02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.