Komunitas Fotografer akan Laporkan Pemkot Bima ke Polisi - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Komunitas Fotografer akan Laporkan Pemkot Bima ke Polisi

Bima, KB.- Pemerintah Kota Bima dalam hal ini Humas Pemkot Bima akan dilaporkan ke Polisi oleh salah satu komunitas Fhotografer Kota Bima. Komunitas tersebut berencana melaporkan instansi pemerintah itu kepada aparat penegak hukum lantaran hasil karya mereka digunakan tanpa seijin mereka.

Salah Satu Tabloid yang memuat foto karya Fajrin.
Fajrin, Salah seorang dari komunitas tersebut mengungkapkan, bahwa salah satu tabloid yang diterbitkan oleh Humas Pemkot Bima, memuat sejumlah foto hasil karya mereka. Foto-foto yang dimuat Humas belum ada ijin dari para pemilik foto. “Humas tidak meminta ijin terlebih dahulu kepada para pemilik foto sebelum memuatnya dalam tabloid,” ujarnya.

Menurutnya, dalam Tabloid dengan tema “Pesona Dana Maja Labo Dahu” ada beberapa foto hasil karyanya. Salah satunya foto pacuan kuda yang diabadikannya saat nonton pacuan kuda di Desa Panda. “ Foto itu ada kode yang saya cantumkan sebagai bukti hasil karya saya. Ada juga beberapa foto lain hasil karya teman-teman saja,” ujarnya.

Dirinya keberatan ketika Humas Pemkot Bima memuat Foto tersebut tanpa seijinnya, dan yang membuatnya tersinggung, kode yang tertera dalam foto hasil karyanya itu tidak dicantumkan (sudah dipotong). “Boleh saja memasang foto karya orang, tetapi harus cantumkan juga kode karya dalam foto tersebut,” tukasnya.
Atas sikap Humas Pemkot yang mencaplok hasil karyanya tersebut, dirinya bersama teman-teman komunitasnya akan melaporkannya ke Polisi. “Kami berencana melaporkan masalah ini ke Polisi,” tandasnya.

Plt.Kabag Humas Pemkot Bima, Syahrial Nuryadin, yang dikonfirmasi Kabar Bima tidak mengetahui adanya beberapa foto yang dimuat di Tabloid yang diterbitkan Humas Pemkot Bima. Sebab dirinya selaku Plt Kabag Humas, sebelum Tabloid diterbitkan menanyakan terlebih dahulu foto yang akan dimuat itu milik siapa. “Saya pasti seleksi dulu foto-foto sebelum dicetak, dan harus tahu itu foto dari mana,” jelasnya.

Setelah ditunjukan contoh foto yang dikomplain komunitas fotografer, lelaki yang akrab disapa Rian itu menjelaskan bahwa tabloid itu diterbitkan sebelum dirinya menjadi Plt Kabag Humas. “Itu tabloid dicetak pada jaman Kabag Humas pak Gozil, kalau pada saat saya tidak ada karya orang yang kami ambil, sebab Humas punya juru foto,” tuturnya.

Mengenai rencana komunitas untuk melaporkan hal itu ke Polisi, Rian meminta agar persoalan itu tidak diperpanjang, dan dibicarakan baik-baik. “Tidak usah diperpanjang masalahnya, lagian foto-foto itu dipergunakan untuk hal positif kok, untuk mempromosikan Kota Bima. Kalaupun memang benar ada foto dari luar humas yang dicetak dalam tabloid tanpa minta ijin terlebih dahulu, kami minta maaf. Itu akan jadi pelajaran bagi kami untuk kedepannya,” pintanya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.