Pelaku Penganiayaan tidak Ditahan, Keluarga Korban Protes - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Pelaku Penganiayaan tidak Ditahan, Keluarga Korban Protes

Bima, KB.- Tidak puas dengan penanganan kasus oleh Polsek Sape, Abdul Wahab yang merupakan keluarga korban penganiayaan dan pengeroyokan di Desa Bugis Kecamatan Sape akhirnya angkat bicara di media.

Abdul Wahab
Dirinya menyoroti dan mempotes penanganan kasus penganiayaan oleh Polsek Sape yang dinilai lamban. Menurutnya, kasus tersebut sudah lama dilaporkan, namum belum ada kemajuan dalam penanganannya. Bahkan dirinya kaget, ketika pelaku penganiayaan langsung dibebaskan oleh polisi.

"Kejadiannya tanggal 08 Januari, kemudian dilaporkan  tanggal 10 Januari. Sejauh ini baru satu pelaku yang diperiksa dan itupun sudah dilepas lagi dengan alasan penangguhan karena pelaku sakit. Sementara empat orang lainnya belum pernah dipanggil dan diperiksa," ujar Wahab kepada kabarbima.com Rabu, (22/02/2017).

Diakuinya, sejak awal baru satu orang yang diperiksa,  namun dilepas kembali oleh penyidik Polsek Sape.  Empat orang lain dari awal memang belum diperiksa. " Katanya, akan dijemput paksa jika tidak menghadiri panggilan. Namun sudah tiga kali panggilan  tidak dijemput paksa juga. Kita sebagai pihak korban, ingin mendapatkan kepasatian hukum dan mendapat perlakuan hukum yang adil," ujarnya.

Dirinya menginginkan, kasusnya diproses lebih lanjut, jangan didiamkan. "Kasusnya sudah satu bulan lebih, tapi belum ada perkembangan, kalau mau damai minimal panggil dan periksa dulu. Damainya kan bisa di kantor Polisi, tapi periksa dulu pelaku dong," pintanya. 

Wahab juga sedikit menceritakan kronologis yang menimpa keluarganya yang bernama Oji. Oji merupakan siswa Kelas 1 SMAN Sape. Tanggal 8 januari Oji jalan dengan temannya, ke pantai Lariti. Sekitar jam 3 sore Oji beli nasi di pelabuhan Sape dan bertemu dengan pacarnya, yang kemudian memintanya untuk mengantar pulang.

Sesampai dirumah, Oji menanyakan pacarnya habis dari mada sampai bisa berada di Pelabuhan, namun tidak dijawab pacarnya. beberapa kali bertanya dan tidak ada jawaban, akhirnya Oji menyita kartu yang ada dalam hp pacarnya dan bergegas pulang. Ternyata sikap Oji yang menyita kartu perdana kekasihnya itu membuat sang pujaan hati menangis dan diketahui oleh bibinya.


Oji yang sejak tadi sudah pulang dan sedang main pimpong bersama temannya, tiba-tiba didatangi 5 orang yang merupakan saudara  dan keluarga kekasihnya, dan langsung mengeroyok korban hingga pingsan.

"Korban, akhirnya dibawa polisi ke rumah sakit untuk diobati.  korban dirawat selama 9 hari karena mengalami luka lebam pada sekujur tubuh," ceritanya. (KB-02)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.