Penderita Penyakit Kaki Gajah ingin Melanjutkan Sekolah - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Penderita Penyakit Kaki Gajah ingin Melanjutkan Sekolah

Bima, KB.- Susanti (21) warga Desa Kanca Dusun Rengge Rt.01 Rw.01 Kecamatan Parado Kabupaten Bima yang menderita penyakit kaki gajah, ingin sembuh dari penyakitnya agar bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya, Rabu (19/04/2017), Susanti menceritakan awal mulah muncul penyakit kaki gajah yang dideritanya itu. Katanya, penyakitnya itu berawal ketika dia masih duduk di bangku kelas 1 SDN.

Lanjutnya, penyakit tersebut pertama muncul berupa lebam biru pada tepis kaki, kemdian lama kelamaan lebam itu semakin membesar dan bertambah banyak.

"Pada saat lebam biru itu muncul saya biarkan seperti itu tidak pernah diobati,"ujar Susanti.

Setelah lebam itu bertambah besar dan banyak, pihak keluarga membawa Susanti ke Puskesama untuk diobati.

"Pihak puskesmas hanya memberikan kami obat dan pada saat itu mereka bilang bahwa penyakit saya ini adalah penyakit kaki gajah,"jelas Susanti dengan nada sedih.

Setelah pemeriksaan itu, pihak keluarga tidak pernah membawanya untuk berobat lagi hingga Sasanti masuk sekolah lanjutan. Setelah masuk SMP dan SMA penyakit kaki gajah yang dideritanya itu semakin membesar.

"Sampai sekarang penyakit ini semakin membesar dan sangat sakit bila dipijit. Padahal saya ingin melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi. Kerana kaki saya sakit saya tidak bisa sekolah lagi, dan tidak ada biaya untuk berobat lanjut
,"tuturnya.

Anak ke 8 dari 9 bersaudara yang merupakan hasil pernikahan Siti Hajar dan Yasin Ahmad ini sangat mengaharapkan bantuan dari pemerintah, agar bisa membantu kesembuhannya sehingga bisa bersekolah kembali.

Sementara itu,  kepala Desa Kanca Kecamatan Parado Jainudin kepada awak media mengatakan,  kondisi penyakit Susanti semua warganya tahu. Cuman kendalanya prosedur Rekomendasi bantuan untuk pengobatan Santi, dirinya belum paham dan belum tahu caranya membuatnya.

"Saya belum tahu cara membuat rekomendasi untuk membantu Santi, karena saya baru menjadi kades,"tuturnya.

Sambung dia, sampai saat ini dirinya belum membuat rekomendasi pengobatan Santi karena alasan ketidaktahuannya itu. Tapi yang pasti untuk membantu Santi, pihaknya akan usahakan membuat rekomendasi untuk ditujukan ke Dinas terkait.

"Semoga Santi dapat disembuhkan,"harapnya. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.