Lagi, Syafrudin Ungkap Hampir Seluruh Peserta Dapat Kunci Jawaban - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Lagi, Syafrudin Ungkap Hampir Seluruh Peserta Dapat Kunci Jawaban

Soromandi, KB.- Syafrudin sepertinya tidak ingin basah sendiri dalam polemik bocoran kunci jawaban yang disita panitia dari tangannya. Ia justru ingin jadi pahlawan dimata peserta yang tidak lolos seleksi. Syafrudin saat ditemui di kediamannya Rabu (16/05/2017) malam, kepada Kabar Bima membeberkan adanya bocoran kunci jawaban pada peserta lainnya.

Pria Kelahiran Desa Punti Dusun Sarita ini, mengaku melihat dengan mata kepalanya, hampir seluruh peserta memegang bocoran kunci jawaban. Termasuk peserta yang dinyatakan lolos tes seleksi. 

"Saya melihat secara jelas jika peserta lainnya memiliki bocoran kunci jawaban seperti yang saya miliki," bebernya.

Kata dia, panitia kurang peka untuk mengawasi gerak gerik peserta saat tes berlangsung. Misalnya, saat tes berlangsung ada beberapa peserta yang keluar masuk WC.

Baca Juga (Syafrudin Mengaku Serahkan Uang Rp. 5 Juta Untuk Dapatkan Kunci Jawaban)

"Saya perhatikan setelah peserta tersebut keluar dari WC, saya melihat dia membuka telapak tangannya untuk melihat kunci jawaban yang sudah disalin lewat tangan," beberkanya lagi.

Ia juga melihat peserta lain yang sembunyikan kunci jawaban dibawah bokong. Menurutnya, jika panitia serius dan bersikap adil harusnya mereka lebih maksimal untuk mengawasi.

"Saya angkat bicara karena saya kecewa dengan sikap panitia yang tidak adil. Harusnya peserta tidak diberikan izin keluar masuk ke WC atau mengawasi gerak gerik peserta saat mengisi soal," sorotnya.

Syafrudin juga menegaskan akan bertanggung jawab atas penyataannya di media massa. Jika ada pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan kasus tersebut, maka dirinya siap untuk memberikan  keterangan dengan jujur dan benar.

"Saya siap dipanggil polisi jika keterangan saya dianggap membantu untuk ungkap sindikat jual kunci jawaban itu," tegasnya.

Ia juga apresiasi pernyataan DPRD Kabupaten Bima, Maman, untuk membatalkan hasil tes perangkat desa. Jika hal itu terlaksana, maka tidak akan terjadi lagi bocoran kunci jawaban.

"Saya sepakat dengan adanya rencana pembatalan itu. Dengan demikian kita akan bisa mengukur seberapa kemampuan kita dalam menjawab soal dari panitia. Positif juga untuk pemerintah Desa karena mendapatkan aparatur yang cerdas dan sehat secara rohani," imbuhnya. (KB-09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.