Masjid dan Mushola Megah, Harus Dihiasi dengan Kegiatan Keagamaan - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Masjid dan Mushola Megah, Harus Dihiasi dengan Kegiatan Keagamaan

Bima, KB.- Bupati Bima Hj,Indah Dhamayanti Putri pada saat melaksanakan sholat isya dan taraweh di masjid Jami Al – Manar, Desa Ngali, Kecamatan Belo, pada Senin ( 12/06/2017) malam, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memakmurkan Masjid dan Mushalla dalam mengisi bulan ramadhan 1438 H.

"Mari kita makmurkan Masjid dan Mushalla dengan melaksanakan ibadah, dzikir dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan,"ajak Bupati yang dikutip Kabag Humaspro Setda Kabupaten Bima, Armin Farid, S.Sos.

Apalagi kata Bupati, sekarang masjid dan musholla yang ada di wilayah kabupaten Bima sudah berdiri dengan megah. Dengan kemegahan Masjid dan Mushalla tersebut, kita selaku umat muslim harus mengisi masjid dan musholla dengan ibadah dan melaksanakan rutinitas kita sehari untuk mendapatkan rahmad dan ridho dari Allah, SWT.

"Masjid dan Mushola yang megah itu percuma, jika kita umat muslim tidak memakmurkannya dnegan kegiatan keagamaan," jelasnya kembali mengutip sambutan Bupati.

"Dengan kita memakmurkan masjid dan musholla, apalagi di bulan ramadhan maka kita akan mendapatkan magfirah karena bulan ini merupakan bulan rahmat dan penuh pengampunan,"tuturnya.

Pada kesempatan tersebut,  Bupati menyampaikan  program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dapat berjalan dengan maksimal serta sukses apabila seluruh warga masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kegiatan. "Sebab, tanpa adanya dukungan dari seluruh masyarakat, maka sejumlah program yang dicanangkan oleh pemerintah tidak dapat terwujud sesuai dengan harapan,"paparnya.

"Untuk itu, mari kita bersatu padu dalam rangka mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Bima yang RAMAH," harap Bupati yang dikutip Armin.

Terkait dengan program Alokasi Dana Desa (ADD), Bupati berharap pada seluruh Kepala Desa (Kades) dan unsur Muspika Kecamatan, agar dilaksanakan dengan baik. Terutama, proses pembangunan yang akan dilaksanakan secara transparan, sehingga masyarakat akan mengetahui progam apa saja yang dilaksanakan oleh kepala desa bersama jajaran.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung masalah zakat fitrah. "Masalah zakat fitrah, masyarakat harus mengeluarkannya 2,5 persen sebagai salah satu kewajiban kita selaku umat muslim,"jelasnya. (KB-02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.