Bolly Kambali Berulah, Dugaan Penipuan Harga Masih Berlanjut - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Bolly Kambali Berulah, Dugaan Penipuan Harga Masih Berlanjut

Dompu, KB.- Meski sudah banyak konsumen yang komplain masalah dugaan penipuan harga yang dilakukan oleh management Bolly Departement Store. Bahkan sudah diberikan media, berkali-kali dan sudah minta maaf. Bolly ternyata masih bandel. Buktinya, dugaan penipuan harga masih berlanjut. Kali ini praktek menjual barang yang tidak sesuai dengan yang tertera di barcode dan kasir, terjadi di Bolly Dompu.

Bukti struk belanja Konsumen di Bolly Dompu.
Sebelumnya, Management Bolly Departement Store sudah diberi peringatan oleh Dikoperindag Kota Bima, karena diduga menipu konsumen dengan membedakan harga di barcode dan kasir. Namun teguran itu serasa angin lalu saja. Tidak lagi di Kota Bima, Bolly melancarkan aksinya di Dompu. Sekedar diketahui Bolly Dompu dan Bima masih satu managemnet.

Salah seorang korban, Erna mengaku mengalami kejadian yang sama seperti yang dialami konsumen di Kota Bima. Dirinya membeli baju stelan anak namun harga di barcode dan di kasir tidak sama.

"Saya beli baju anak saya, di barcode tertera Rp.22.500, tapi setelah di kasir, harganya jadi Rp.26.000. Saya belanja di Bolly Dompu tanggal 03 Agustus 2017 kemarin," bebernya saat menghubungi Kabar Bima beberapa hari lalu.

Dirinya mengira, bahwa setelah diberitakan media, harga di barcode dan kasir sudah sama sehingga tidak ada lagi kejadian seperti itu. Namun ternyata masih terjadi.

"Saya pikir setelah diberitakan, sudah tidak ada lagi perbedaan harga itu, namun masih terjadi. Ini sengaja atau apa sih?," tuturnya.
Dirinya meminta kepada pemerintah untuk segera menggambil sikap terhadap management Bolly tersebut, karena kejadiannya masih berulang meski sudah minta maaf.

Sementara itu, Humas Bolly, Firman yang juga Wartawan di Kota Bima ini saat dikonfimasi Kabar Bima menjelaskan, atas adanya perbedaan harga antara barcode dengan struk pembayaran di kasir tersebut semata-mata karena humam eror. 

"Dimana, sebenarnya kami telah berupaya semaksimal mungkin agar hal dimaksud terhindar dengan memberlakukan sistim pengecekan ulang harga, apabila sewaktu-waktu terjadi kenaikan harga, terhadap barcode setiap item produk yang kami suguhkan kepada para pelanggan setia Boly Departemen Store. Akan tetapi kami mengakui sebagai manusia, tetap saja terjadi kekhilafan. Namun kami tegaskan bukan atas unsur kesengajaan. Karena kami sudah berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik,"elaknya.

"Atas tuduhan bahwa kami telah sengaja atas terjadinya perbedaan harga tersebut, merupakan tuduhan tanpa dasar dan kami meminta agar dibuktikan supaya tidak terjadi fitnah dan tidak ada kesan menghasut,"tambahnya.

Selain itu, Firman juga menjelaskan bahwa dirinya bukan sekedar humas di Bolly, tetapi juga dipercayakan untuk mengelola yayasan amal dari penghasilan Bolly.

"Saya ingin sampaikan juga ketimbang bertanya-tanya di Facebook, bahwa saya bukan saja humas di Bolly, tetapi saya juga diamanatkan untuk mengelola dan mengurus sebuah yayasan amal yang dananya murni dari penghasilan Bolly Departement Store," jelasnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.