Jelang Pilgub 2018, Jumlah Pemilih di Kabupaten Bima Tiba-Tiba Menurun - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Jelang Pilgub 2018, Jumlah Pemilih di Kabupaten Bima Tiba-Tiba Menurun

Bima, KB.- Tahun 2018 mendatang, akan dilaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTB, dan Pelihan Anggota Legislatif (Pileg). Seperti biasanya, sebelum pelaksanaan, Panwaslu mulai mengecek kesiapan proses pemilu seperti mengecek jumlah penduduk yang akan memberikan hak suara.

Namun aneh bin ajaib, jumlah penduduk (Pemilih) di Kabupaten Bima, tiba-tiba menurun secara signifikan dari jumlah pemilih tahun 2013 lalu. Mestinya setiap tahun jumlah penduduk (Pemilih bertambah dengan adanya pemilih pemula. Tetapi selama 4 tahun terakhir jumlahnya tiba-tiba menurun

"Terjadinya pengurangn jumlah penduduk yang sangat signifikan ini  dikahwatirkan terjadinya pengurangan jumlah kursi di dapil pulau sumbawa," ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Abdullah, SH kepada Kabar Bima Senin (09/10/201).

Menurutnya, jumlah penduduk pada pelaksanaan Pimilihan Gubernur tahun 2013 terjadi pengurangannya di tahun 2018. Karena jumlah pemilih di tahun 2018 ini  mengalami pengurangan sebanyak 12.916. Pihaknya juga telah menyurati KPU Kabupaten Bima, Disdukcapil Kabupaten Bima untuk mempertanyakan hal tersebut.

"KPU menyatakan itu memang Disdukcapil yang tahu persoalannya, dan kami tanyakan lagi ke Disdukcapil, mereka pun tidak bisa menjelaskan apa-apa terkait pengurangan jumlah penduduk dimaksud," tandasnya. 

"Kalau terjadi pengurangan jumlah pemilih seperti ini, berarti sudah terjadi hal-hal yang luar biasa. Meskinya tiap tahun ada penambahan jumlah pemilih, bukan malah berkurang," tambahnya.

Dirinya berharap, untuk memberikan kejelasan terkait berkurangnya jumlah penduduk dalam jumlah banyak di kurun waktu 4 tahun terakhir.

"Disdukcapil harus memberikan kepastian terhadap pengurangan jumlah penduduk (pemilih) yang signifikan ini secara rinci, penyebabnya apa? apakah karena ada kejadian- kejadian yang luar biasa yang mengakibatkan berkurangnya jumlah penduduk. Bukannya meningkat, jumlahnya malah menurun," tuturnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.