Sosialisasi Program, BKKBN Prov NTB Jalin Kemitraan Dengan Media - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Sosialisasi Program, BKKBN Prov NTB Jalin Kemitraan Dengan Media

Bima, KB.- Dalam rangka meningkatkan SDM, Mensejahterakan Masyarakat, menekan angka pertumbuhan penduduk serta menekan angka kemiskinan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Propinsi NTB melalui Bidang Advokasi Pergerakan dan Informasi menjalin Kemitraan dengan Media Massa Lokal tingkat Kabupaten Bima. Pertemuan tersebut belangsung di aula Kantor DP3AP2KB Kabupaten Bima, yang dihadiri sejumlah media masa yang terdiri dari media cetak dan online.

Kabid Adpfim Drs. Samsul Anam yang mewakili BKKBN Propinsi NTB dalam penyampaianya menjelaskan bahwa dalam rangka mengatisipasi arus demografi penduduk atau biasa disebut ledakan penduduk, Pihaknya berupaya menggandeng media Massa baik itu online maupun cetak untuk mengkampanyekan Program BKKBN.

“Selain untuk menjalinan silarurahmi awal bersama teman-teman media, kami juga inginkan media menyampaikan informasi ini kepada masyarakat. Karena media adalah yang memiliki peranan nomor wahid dalam menyampaikan informasi,”tegasnya Jum’at (13/10/2017).

Lanjutnya, program Keluarga Berencana (KB) merupakan langkah strategis membangun masa depan anak atau keturunan, baik itu dalam segmentasi kelahiran, pendidikan, kesehatan dan seluruh aspek kehidupan keluarga.  

“Karna memiliki anak 2 artinya kita telah mempersiapkan masa depan mereka secara terencana dan sistematis, sehingga ledakan penduduk mampu diantisipasi. Dan keadaan ekonomi keluarga menjadi stabil, sehingga tumbuhlah keluarga sejahtera. Dua Anak Cukup, Hidup Bahagia Sejahtera,” ujarnya sambil menyerukan yel-yel kampanye yang terus disampaikan pegawai KB dimana-mana.

Menurutnya, ledakan jumlah penduduk akan berimplikasi negatif, dimana kemiskinan, SDM rendah, kematian Anak dan Ibu semakin tinggi, makanya usia yang tepat untuk menikah, baik laki-laki maupun perempuan itu pada usia 21 tahun.

"Kalau menikah dibawah umur 21 tahun, dalam teori menyatakan pasti mengalami masalah, dimana secara psikologi dan biologis seseorang belum begitu siap dan paham apa yang menjadi tujuan berkeluarga. Kemudian anak yang dilahirkanpun mengalami pelemahan intelegensia. Lalu angka perceraian dini meningkat, anak tidak terurus baik pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainya sehingga sistem sosial menjadi kacau," jelasnya saat menyampaikan materi.

Lelaki yang biasa disapa Sam ini berharap Media menjadi mitra strategis dalam pembentukan Pemahaman masyarakat, supaya menjadikan masyarakat yang didalamnya terdapat sistem keluarga yang merenacanakan keluarga secara baik dan benar. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.