Himasdom Desak Polda NTB Usut Pengadaan Bibit Jagung - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Himasdom Desak Polda NTB Usut Pengadaan Bibit Jagung

Mataram, KB.- Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (Himasdom) menggelar aksi di depan Mapolda NTB, kemarin (06/1/2017). Puluhan mahasiswa itu mendesak institusi berseragam cokelat mengusut pengadaan bibit jagung di Bima dan Dompu.

Puluhan mahasiswa di bawah bendera Himasdom
menggedor kantor Dinas Pertanian dan 
Perkebunan NTB, kemarin (06/12/2017).

Mahasiswa menilai bibit jagung puluhan ton yang disalurkan kepada petani tidak berkualitas. Parahnya lagi, bibit yang diterima petani sudah berjamur dan busuk.


"Kami mendesak Polda NTB mengusut tuntas pengadaan bibit jagung di Bima dan Dompu. Bibit yang diserahkan petani sudah busuk dan berjamur," desak ketua Himasdom Amal Abrar saat berorasi di depan Mapolda NTB.

Desakan mahasiswa cukup beralasan. Sebab, bibit yang diterima petani jauh dari harapan. Hampir sebagian besar bibit jagung bantuan pemerintah rusak. "Untuk makanan ayam saja tidak layak," kata dia.


Mahasiswa mencium ada aroma korupsi pada pengadaan bibit jagung. Karena itu, dalam tuntutannya mereka meminta Polda mengusut tuntas mafia pengadaan bibit jagung, serta kelangkaan pupuk.  Mereka juga mendesak Kapolda NTB memerintahkan anak buahnya  melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pengadaan bibit jagung yang dimenangkan UD Sinta. 


"Kapolda NTB harus memberikan kepastian hukum, keadilan hukum, dan kemanfaatan hukum kepada petani," teriak mahasiswa berperawakan hitam manis itu.

Setelah puas berorasi, mahasiswa melanjutkan aksi di Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Disitu mahasiswa membawa perangkat aksi seperti batang jagung. Mereka juga membentangkan pula tulisan 'Save Petani Bima Dompu'. Pada pamvlet itu diselipkan juga tulisan bertinta merah 'tolak bibit jagung busuk dan usut tuntas pengadaan bibit jagung'.


Dalam aksinya, mahasiswa mendesak Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi segera mempercepat pendistribusian pengganti bibit jagung busuk. Selain itu, mereka meminta agar perusahaan UD Sinta dibacklist karena dinilai gagal dalam pengadaan bibit jagung.  

"Bila tuntutan kami tidak dapat dipenuhi, maka kami Himasdom meminta kepada Kadis Dinas Pertanian dan Hoktikultural NTB mundur dari jabatannya," teriak Abrar.

Aksi mereka mendapat respon dari Kadis. Awalnya Kadis menawarkan menerima masa aksi di dalam ruangan. Namun mahasiswa menolak dan akhirnya Kadis Husnul Fauzi keluar dan menjawab apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.


"Saya akan menindaklanjuti segala tuntutan. Apabila saya tidak mampu memenuhi, saya siap mundur dari jabatan saya," kata Husnul Fauzi. (KB-03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.