FKUB Gelar Seminar Empat Pilar Kebangsaan - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

FKUB Gelar Seminar Empat Pilar Kebangsaan

Kota Bima, KB.- Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Bima, Kamis (08/02/2018) pagi, menggelar kegiatan Seminar 4 Pilar Kebangsaan
(Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika, NKRI) Bersama H.Syafrudin,ST,MM anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor FKUB Kota Bima dan dihadir oleh 100 orang peserta dari, pemuda lintas agama, OSIS se Kota Bima dan Penyuluh non PNS.

Narasumber dalam kegiatan tersebut yakni, Sudirman H.Maka, Waka Polres Bima Kota Kompol Yusuf SIK, Pendeta DR.Abraham dan H.Syafruddin ST,MM. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh kepala Kantor Kemenag Kota Bima H. Munir.

Dalam Sambutanya, H.Munir mengatakan, bahwa masyarakat Kota Bima harus hidup bermusyawarah dan juga harus bersatu dengan sesama.

"Biarpun berbeda-beda agama tapi kita harus bersatu demi kemajuan bangsa dan negara,"ungakapnya saat menyampaikan sambutan.

Dikatanya, Musyawarah itu sangat penting untuk memajukan langkah bangsa  yang sudah dijajah.
"Kita hidup di masyarakat harus tetap bersatu untuk memajukan pancasila,"ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari fraksi PAN H.Syafruddin,ST,MM dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dirinya dua hari yang lalu berada di Sumbawa Barat dan hari ini di Kota Bima, lanjut tanggal 27 Febuari berangkat ke Argertina untuk melaksanakan kegiatan seperti ini yaitu, kegiatan 4 pilar kebangsaan (Pancila, UUD, Bhineka Tunggal Ika, NKRI).

"Saya Ke Argantikan Bukan jalan-jalan tapi, Saya kesana untuk menceritakan kegiatan 4 pilar Kebangsaan di laur negeri, kebutalan disana banyak orang indonesia. Dan juga saya kesana ingin menjelaskan kepada mereka, bahwa yang berangkatkan saya kesana, bukan karena kita kaya dan banyak uang, tapi yang berangkatkan kita adalah negara,"jelasnya saat menyampaikan Sambutan.

Dikatakannya, sebagai anggota DPR RI dirinya wajib mensosialisasikan empat pilar di seluruh Indonesia. "Jadi kegiatan seperti ini bukah hanya dilakukan di Kota Bima saja tapi seluruh Indonesia,"katanya.

Jadi lanjut dia, kegiatan ini merupakan spirit bagi semua masyarakat, sehingga bisa melakukan apapun untuk bangsa negara dan agama.

"Saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa negara dan agama juga kampung halaman,"ungkapnya.

Syafruddin menambahkan, Pancacila tidak bisa lagi ada pergeseran. Siapapun yang hidup di negara Indonesia harus mengikuti aturan UUD yang berlaku. "Dalam menyampaikan 4 pilar Saya sudah keliling 533 Desa dan Kelurahan se Pulau Sumbawa,"pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bima H. Eka Iskandar M.SI dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegitan ini bertujuan agar presepsi tantang 4 pilar harus kita tanamkan dalam mindset berpikir.

"Andaikan kita pahami semua 4 pilar ini menjadi jantung dan roh prilaku warga negara Republik Indonesia dalam kesehariannya, termasuk siswa sekolah, pemuda lintas agama dan para penyuluh non PNS juga memahaminya. maka kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih terhormat dan meratabat,"ujarnya saat memnyampaikam sambutan.

Dijelaskannya, kenapa radikalisme itu muncul dan kenapa ada sekelompok kecil orang memahami ajaran agama yang berlebihan sampai  mereka sudah dicuci otaknya dan dikebiri pemahamannya sehingaa bisa memusuhi sesama muslim dan juga aparat. 

"Sehinga dalam pola pikir mereka, yang ada bagaimana cara membunuh dan memusuhi orang lain, karena bagi keyakinan mereka membunuh dan memusuhi orang lain itu adalah tiket masuk surga,"jelasnya.

Sambung Eka, Cara berfikir inilah yang harus kita rubah dengan memahami  empat pilar kebangsaan.

Di Sila pertama sudah jelas sungguh negara adalah jantung perkembangan pembagunan manusia dan perkembangan fisik sarana dan prasana dan juga jiwa ketuhanan yang maha esa. lambang bintang di tengah garuda itu merupakan jantung.

"Arti Sila pertama itu  sejalan dengan ide dan ajaran agama islam. Mari saling bahu membahu, mari kita jaga ahlak, karena guru adalah teladan untuk ditiru sehingga kita bisa menjadi manusia dan nilai manfaatnya bisa di rasakan 5 sampai 10 tahun ke depan.

"Jangan jadikan perbedaan kita sebagai titik permusuhan awal,"pungkasnya. (KB-04).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.