Minta Diantar Ke ATM, Gadis Cantik Ini Nyaris Diperkosa - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Minta Diantar Ke ATM, Gadis Cantik Ini Nyaris Diperkosa

Kota Bima, KB.- Peristiwa yang dialami Gadis asal Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, pada Selasa (10/07/2018) malam tadi, menyisahkan trauma yang mendalam. Bagaimana tidak, lelaki yang baru dikenalnya sekitar 3 hari yang lalu, nyaris memperkosanya saat diminta bantuan mengantar ke ATM.

Bunga saat dimintai keterangan di Polsek Asakota.
Bunga (Nama Samaran.red) gadis cantik asal Calabai yang berumur 22 tahun itu, datang ke Kota Bima untuk mencari pekerjaan sekitar 1 minggu yang lalu.  Kemudian Bunga mengenal seorang lelaki asal Monggonao Kota Bima, MR (19 tahun) dari teman satu kosnya yang berlokasi di Jatiwangi dekat Penggilingan sekitar Bukit Jatiwangi. Selama perkenalan Lelaki yang biasa disapa Rama ini terlihat baik, bahkan sering membantu mereka yang ada di kos.

Kepada kabarbima.com, Bunga menceritakan, bahwa tadi malam sekitar pukul 20.00 wita, dirinya meminta bantuan Rama untuk mengantarnya ke ATM mengambil uang yang dikirim kakanya dari Calabai, untuk biaya pulang kampung. Permintaan itu dituruti Rama dan menggantarkan Bunga di ATM yang berada di Depan Bolly Dept Store. Namun dibalik itu, Rama Punya rencana lain, dan Bunga tidak menyadarinya. 

"Setelah dari ATM, Rama tidak membawa saya pulang ke Kos yang ada di Jatiwangi, tetapi membawa saya ke jalan yang menuju Sape. Saya tidak tahun jalan di Bima karena baru seminggu, tapi saya bisa baca plang di jalan, bahwa jalan itu menuju Sape," ceritanya.

Saat dijalan, Bunga mulai curiga dan memprotes agar diantar pulang ke kos. Namun Rama justru mulai meraba-raba paha Bunga dan meminta dipeluk. Permintaan Rama itu semakin membuat Bunga takut, apalagi jalan yang dilalui terlihat gelap dan sepi, ditambah lagi sepeda motor yang mereka naiki tidak memiliki lampu.

"Saat itu saya minta dia berhenti dan balik arah menuju kos, tapi dia bilang sebentar lagi kita sampai kos. Sementara jalan mulai gelap dan sepi. saat itu sudah sekitar pukul 21.30 wita. Dia mulai meminta saya memeluknya dan dia juga mulai meraba-raba paha saya. Saya berontak dan mengancam akan lompat dari sepeda motor," bebernya.

Ancaman dari Bunga tidak mengurungkan niat Rama, dia terus mengendarai sepeda motornya menuju jalur Oi Fo'o yang saat itu sudah sangat sepi dan gelap. Saat memasuki tanjakan menuju Oi Fo'o, Bunga akhirnya nekat lompat dari sepeda motor dan menyebabkan kakinya keseleo dan kecet.

Saat bunga terjatuh, Rama menghentikan motornya, dan memeluk Bunga dari belakang dan mulai meraba-raba dan mencium Bunga. beruntung saat itu ada sepeda motor lewat yang membuat aksinya berhenti sejenak. Motor yang lewat ditahan bunga namun tidak berhenti. 

"Saya terus memohon agar saya diantar pulang tapi tidak dihiraukannya," akunya.

Untung saja ada mobil Dum Truk yang lewat, sehingga Bunga bisa lolos dari niat jahat Rama. Tak Sampai disitu, meski bunga sudah naik mobil itu, Rama terus mengejar mobil itu dan meminta agar Bunga diturunkan. Bahkan dirinya sempat mengancam supir truk itu agar bisa menurunkan bunga.

Bunga akhirnya diantar pulang sang supir ke Kosnya. Namun tak berselang lama, Rama tiba di kos Bunga setelah menjemput temannya bunga dari tempat kerjanya. Dia ingin bertemu bunga, namun bunga terus menolak dan memintanya pulang. Setelah Rama pulang, Bunga menangis dan menceritakan peristiwa itu ke saudara dan teman laki-lakinya yang ada di kos tersebut. 

Tak berselang lama, Rama datang lagi ke kos itu dengan alasan ingin mengantar nasi buat bunga. Saat itulah Rama dihajar ramai-ramai oleh penghuni kos dan warga setempat, setelah mendengar semua cerita dari Bunga.

Untung saja petugas cepat sampai di TKP, sehingga Rama bisa terbebas dari amukan massa yang geram dengan ulahnya itu. Rama dan Bunga beserta para saksi lainnya akhirnya digiring ke Polsek Asakota. Setelah diamankan, tercium aroma minuman yang keluar dari mulut Rama.

Kapolsek Asakota, A. Luthfi Hidayat, SH yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penganiayaan di Kos-kosan tersebut. Pihaknya sudah mengamankan pelaku, korban dan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. 


Dijelaskannya, bahwa Pada hari Selasa pukul 23.30 wita bertempat di Kost RT.05/03 Kelurahan Jatiwangi telah dilakukan evakuasi terhadap MR alias Rama, 19 thn warga RT. 01/02 Kelurahan Monggonao yang telah dikeroyok massa karena diduga pelaku perkosaan.

"Kita mendapat laporan dari warga, bahwa ada kejadian penganiayaan terhadap terduga pelaku percobaan pemerkosaan di Kos-kosan Jatiwangi," akunya.

"Kronologis kejadian yakni korban FTR 22 thn kost di Rt 05 / 03 Jatiwangi pada awalnya meminta tolong ke Rama untuk diantar ke ATM. Namun setelah dari ATM rama tidak langsung mengantar korban pulang ke kost namun mengajak jalan hingga ke arah Ntonggu tepatnya disekitar TPA Oimbo. Karena korban ketakutan, kemudian korban berontak dan turun dari motor dan pada saat itu korban dipeluk serta dicium secara paksa. Korban kemudian diselamatkan oleh truck yang melintas dan diantar pulang hingga ke kost," jelasnya.

Setelah tiba di kost,korban kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya ke teman teman kost sehingga sdra Ramadhan yang datang kembali ke kost langsung dikeroyok oleh pemuda disekitar kost dan kemudian dievakuasi oleh Personil Polsek Asakota yg dipimpin langsung oleh Kapolsek.

"Saat kami interogasi, rupanya Rama ini dalam kondisi mabuk, karena bau alkohol di mutulnya. Dia mengelak jika berupaya memperkosa Bunga. Dirinya beralasan membawa bunga ke wilayah timur, untuk menunjukan kepada bunga wilayah di Kota Bima sekalian jalan-jalan, meskipun bunga tidak menginginkan itu. Kondisi sdra Ramadhan pasca dievakuasi ke Polsek Asakota berupa luka lebam di pipi, hidung dan mulut mengeluarkan darah," tutur Kapolsek.

Diakuinya, pasca kejadian tersebut kondisi di sekitar TKP sudah Kondusfi.

Dari pengakuan Bunga, ternyata Rama punya perasaan cinta terhadap bunga, bahkan sempat diutarakan melalui SMS dan telepon. Namun cintanya itu tidak diterima oleh Bunga, karena bunga sudah punya calon suami dan sebentar lagi akan menikah. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.