Sekolah Anggaran Desa Kembali Digelar di Desa Nggembe - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Sekolah Anggaran Desa Kembali Digelar di Desa Nggembe

Bima, KB.- Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, kembali menggelar Kelas ke II dengan pembahasan Modul III. Hal itu diadakan oleh SOLUD NTB sebagai Simpul Jaringan Seknas FITRA Indonesia dan KOMPAK Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bima, Kementerian Desa PDTT dan Pemerintah Australia. 

Modul III "Konsep Dasar Perencanaan dan Penganggaran Desa Program Desa Melek Anggaran Untuk Pembangunan Desa yang Inklusif dan Responsif,". Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor desa setempat, Kamis (18/07/2019).

Koordinator Solud Kabupaten Bima M Qadafi menyampaikan, pada modul III Solud tersebut, membahas tentang konsep dasar perencanaan dan penganggaran desa. Pihaknya membedah APBDes desa setempat dan melihat seberapa banyak program yang berpihak pada disabilitas dan perempuan. “Hari ini, kami diskusikan semua. Hasilnya akan dijadian bahan evaluasi desa,” katanya.

Kata dia, dari total APBDes 1,4 Milyar lebih itu terbaca jelas bahwa pemerintah desa setempat, program responsif disabilitas dan perempuan di desa setempat masih minim. Untuk program responsive perempuan hanya beberapa porsen, terlebih untuk kaum disabilitas. “Respcek pada Responsif Gender masih sangat minim dan terlebih untuk penyandang disabilitas. Karena itu, coba evaluasi kembali program-program itu," sebutnya.

Lanjutnya, program kaum perempuan dan disabilitas sangat penting. Paling tidak di setiap tahun dianggarkan 5 sampai 10 porsen dari jumlah APBDes yang ada. “Kalaupun bisa, kami usulkan segitu nantinya untuk tahun 2020,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Karantaruna desa setempat, Esa Nurmansyah, mengaku sangat mengapresiasi dengan hadirnya program Sekar Desa. Selain membawa dampak untuk kemajuan desa, juga peduli pada disabilitas.

"Saya sangat setuju dengan program ini. Apalagi ini selain mendorong desa untuk maju, juga mengendapkan perempuan dan pihak disabilitas," ujarnya.

Harapannya, dengan demikian kedepannya dapat mewujudkan desa yang makmur. Bahkan, mampu menjadi contoh bagi desa lainnya.

"Semoga dengan hadirnya ini, Desa Nggemek hususnya dapat lebih maju atau bahkan dikenal hingga ketingkat Internasional. Selain itu, dapat menunjang kemajuan daerah atau Kabupaten Bima," harapnya.

Selain itu, perwakilan dari PKK, Hadijah, juga menyatakan hal serupa. Dirinya banyak belajar melalui program Sekar Desa tersebut.

"Sangat-sangat membantu, karena hal-hal yang tidak kita pham sebelumnya,tapi setelah ada Solud atau Sekar Desa ini, kita  menjadi Paham dan banyak hal yang kita ketahui terkait penyaluran dana desa dan lainnya," akunya.

Kedepannya, ia berharap, untuk desa setempat khususnya, mampu memberikan transparansi anggaran untuk penggunaan ADD. "Semoga kedepannya, penggunaan anggaran Desa Nggembe bisa lebih transparan lagi, dan Solud tetap memberikan pelajaran untuk kita kedepan," cetusnya.

Salah seorang penyandang disabilitas, Edy, mengaku, sangat membantu dirinya dengan hadirnya program tersebut. Sehingga, ia pun dapat sedikit memahami terkait penggunaan ADD.

"Kita sangat bersyukur, karena kita bisa dapatkan ilmu pengetahuan lewat kegiatan atau Sekar Desa ini," akunya.

Dia meminta untuk selanjutnya, Sekar Desa tetap membantu dan memperhatikan kaum disabilitas. Karena itu, sangat diharapkannya, ia bisa memahami tentang desa melalui Sekar Desa.

"Dan kedepannya semoga tetap ada seperti ini untuk membantu, terutama  kaum disabilitas yang tidak pernah sekolah sebelumnya agar dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan juga lainya yang berkaitan dengan desa," tutupnya.

Pantauan langsung wartawan kabarbima.com selain dihadiri oleh disabilitas dan perempuan, kegiatan yang membahas konsep dasar perencanaan dan penganggaran desa tersebut juga dihadiri BPD, Karang Taruna dan semua perangkat desa dan kepala dusun yang ada di desa setempat. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.